RELUNG.ID – Kini populasi mobil listrik sudah mulai ramai di Indonesia dan sudah akrab bagi masyarakat. Namun kalian harus waspada kasus kebakaran mobil listrik banyak terjadi di luar negeri.
Nah hal itu harus waspada khususnya kalian yang sudah terlanjur membeli mobil listrik untuk digunakan sehari-hari. Dilansir dari Oto.com biar tidak terjadi pahami ulasan dibawah ini :
1- Waspada Bahaya Laten EV
Kasus-kasus kebakaran kendaraan listrik, utamanya roda empat, memang belum tercatat di Indonesia. Namun bukan berarti konsumen di Indonesia tidak perlu waspada. Popularitas yang semakin meningkat diharapkan dapat juga meningkatkan pengetahuan kesadaran penanganan kondisi darurat pada EV.
Baca Juga: Mau Beli Motor Trail? 5 Rekomendasi dengan Harga Terjangkau
Ini juga diungkapkan Achmad Rofiqi, Wakil Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) terkait kesadaran penanganan saat kendaraan listrik mengalami masalah, utamanya kebakaran. Baik EV maupun kendaraan konvensional memiliki penanganan berbeda.
Salah satu yang tengah diusulkan Periklindo belakangan adalah kewajiban produsen untuk menghadirkan APAR khusus untuk EV. Spesifikasi ini berbeda dengan APAR untuk kendaraan konvensional utamanya dalam penanganan kebakaran baterai yang memiliki kandungan kimia.
Baca Juga: Cegah Kecelakan di Jalan! Pentingnya Perawatan Rem Mobil
2- Lantas kenapa kendaraan listrik bisa terbakar?
Sebenarnya kendaraan listrik lebih aman dari kebakaran dibandingkan kendaraan konvensional dengan bahan bakar. Data dari Auto Insurance EZ mengungkapkan kebakaran EV hanya memiliki peluang 0,03 persen. Pemberitaan masif, awamnya masyarakat terhadap EV serta pemahaman minim terhadap produk baru membuat setiap kasus kebakaran EV jadi bahan perbincangan. Apalagi, era EV masih sangat muda. Bandingkan dengan kendaraan konvensional yang sudah ratusan tahun lalu hadir.
Kembali soal penyebab kebakaran, sampai saat ini ada dua penyebab kebakaran pada EV. Pertama karena baterai mengalami kerusakan, seperti saat terjadi tabrakan dan menyebabkan baterai bermasalah hingga terbakar. Produsen EV sudah memberikan perlindungan tambahan lewat desain dan penguatan bahan untuk masalah ini.
Kedua, kebakaran EV terjadi saat pengisian daya. Dalam beberapa kasus baterai berlebihan menampung daya. Kemungkinan terjadi karena adanya masalah di kendaraan, stasiun pengisian dan sebagainya. Ini yang paling umum terjadi belakangan ini sehingga membuat produsen melakukan recall atau pembaruan perangkat lunak.

