RELUNG.ID – BMKG mengingatkan untuk waspada terhadap penurunan curah hujan yang terjadi di Agustus ini.
Pasalnya, penurunan curah hujan ini dapat menyebabkan semakin rawannya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel.
Demikian diketahui berdasarkan laporan dari BMKG, Senin (21/8).
Baca Juga: Chipset Baru Qualcomm Segera Diluncurkan, Produsen HP Mulai Rebutan dengan Snapdragon 8 Gen3
Dalam laporannya menyebutkan, di Agustus 2023 ini, indeks ENSO sebesar +1.34, sedangkan Indeks IOD sebesar +0.52.
El Nino diprediksi terus berkembang menjadi moderat pada semester II 2023, serta IOD positif diprediksi bertahan hingga akhir tahun 2023.
Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin Timuran. Belokan dan pertemuan angin terjadi di sekitar pulau Sumatera. Pola anti-siklonik terjadi di perairan barat Sumatera.
Baca Juga: Jelang Tayang Perdana, Drakor ‘A Time Called You’ Rilis Foto Terbarunya
Daerah tutupan awan terjadi di wilayah Sumatera bagian utara dan sebagian Papua. Dibandingkan dengan klimatologisnya, tutupan awan di wilayah Indonesia pada dasarian I Agustus 2023 lebih sedikit.
Analisis pada dasarian I Agustus 2023 menunjukkan MJO tidak aktif, dan diprediksi tetap tidak aktif hingga dasarian II Agustus 2023.
“Analisis perkembangan musim kemarau hingga dasarian I Agustus 2023 seluruh wilayah Sumsel telah memasuki musim kemarau,” katanya.
Baca Juga: Samsung Galaxy S24 Series Siap Hadirkan Exynos 2400, Berikut Spesifikasinya
Curah hujan di wilayah Sumsel pada dasarian II Agsutus berada pada kategori Rendah 0-50 mm.
Kecuali, Banyuasin bagian barat, Musi Banyuasin bagian timur, Musi Rawas bagian timur, Empat Lawang bagian utara, Lahat bagian barat, dan Muara Enim bagian barat pada katagori Menengah sebesar 50mm hingga 150 mm.
“Curah hujan tertinggi terukur di Pos Hujan Cinta Kasih, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim sebesar 127 mm,” tulisnya
Baca Juga: Ini 4 Zodiak yang Rajin Bersih-bersih
Untuk dasarian ketiga, sebagian besar wilayah Sumsel berpeluang lebih dari 80 persen terjadi CH Rendah 0 hingga 50 mm. Sedangkan, untuk peluang 40 untuk curah hujan menengah 51 mm hingga 150 mm
“Curah hujan diprakirakan mengalami penurunan. Seiring dengan penurunan curah hujan, potensi Titik Panas (Hotspot) di wilayah Sumsel semakin meningkat. Masyarakat diharapkan waspada,” pungkasnya.

