RELUNG.ID – Kondisi kemarau yang terjadi di Sumsel diprediksi bakal semakin ekstrem.
Diprakirakan suhu udara bakal meningkat hingga 37,2 derajat celsius pada Bulan Oktober ini.
Karena itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel mengimbau masyarakat untuk waspada.
Baca Juga: Amankah Perhiasan untuk Bayi, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan
Kepala Stasiun Klimatologi Palembang, Wandayantolis mengatakan, peningkatan suhu udara ini dikarenakan adanya fenomena El Nino Moderate yang terjadi saat musim kemarau.
Ditambah dengan posisi matahari yang mulai bergerak ke Selatan sehingga mendorong peningkatan suhu udara di Sumsel.
Tak hanya itu, tidak adanya awan juga dapat menambah radiasi matahari yang menembus permukaan tanah.
Baca Juga: Ini 12 Manfaat Berkuda untuk Kesehatan
“Peningkatan suhu ini juga dipengaruhi Hari Tanpa Hujan (HTH) secara berturut-turun dan diprediksi masih akan terus terjadi,” katanya.
Dia mengaku, jika suhu udara yang tinggi ini juga terjadi pada tahun 2019 lalu yaitu sebesar 37,4 derajat celsius.
Sedangkan untuk tahun 2015, suhu udara paling tinggi mencapai 37,2 derajat celsius. Untuk Oktober ini, diperkirakan sebesar 37,2 derajat celsius.
Baca Juga: Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh
“Kami imbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar, khususnya yang terpapar langsung matahari. Serta perbanyak juga minum air putih untuk mengurangi dehidrasi” pungkasnya.

