Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Sumsel mulai memasuki musim penghujan.
Demikian disampaikan, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis melalui siaran persnya, Senin (12/9).
Dia menjelaskan, Indeks ENSO bulan Agustus menunjukkan kondisi La Nina lemah. Kondisi La Nina lemah ini berpotensi terus berlangsung hingga akhir tahun 2022 mendatang. Berdasarkan, Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan potensi pertumbuhan awan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga akhir dasarian II September 2022.
“Peluang curah hujan dasarian II September di Sumsel yakni menengah,” katanya.
Saat ini curah hujan di Wilayah Sumsel pada dasarian I September 2022 umumnya berada pada tingkat menengah yaitu 50-150 mm. Untuk curah hujan Rendah 0-50 mm masih terjadi di sebagian kecil OKI, sebagian kecil Muara Enim, sebagian kecil Palembang, sebagian kecil Banyuasin, sebagian kecil Musi Banyuasin dan sebagian kecil Lahat.
Sementara curah hujan Tinggi 150-300 mm terjadi di sebagian Musi Rawas, sebagian besar Lubuk Linggau, sebagian kecil Muara Enim, sebagian kecil Lahat dan sebagian kecil Banyuasin. Curah hujan tertinggi di Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Kota Lubuk Linggau (316 mm).
Karena itu, dia mengimbau pada periode peralihan menuju musim hujan, masyarakat diharapkan selalu untuk wapada dengan perubahan cuaca yang signifikan seperti hujan deras, petir dan angin kencang. “Selalu membersihkan dan menjaga lingkungan sekitar,” tutupnya.

