RELUNG.ID – Kalian pasti sering melihat perut kucing membesar itu bukan karena banyak makan. Perut kucing membesar itu dampak dari pernyakit tertentu.
Dilansir dari hellodoc, ini 6 penyebab perut kucing membesar. Simak dibawah ini :
1. Asites (penumpukan cairan)
Penumpukan cairan di dalam rongga perut atau asites sering kali membuat perut kucing terlihat lebih besar.
Asites sendiri sebenarnya bukanlah penyakit. Namun, kondisi ini memang kerap menjadi gejala dari berbagai jenis penyakit kucing.
Terkadang, perut kucing yang membesar tidak hanya terisi oleh cairan, tapi juga darah, kotoran, atau hal lain yang dapat membahayakan kesehatannya.
Baca Juga: 9 Cara Hilangkan Dahak di Tenggorokan
2. Gastrointestinal parasitism (GI)
Gastrointestinal parasitism atau cacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing di dalam saluran pencernaan.
Selain perut yang buncit, kondisi ini juga ditandai dengan muntah, diare, bulu kucing kusam, penurunan berat badan, dan kekurangan energi.
Kadang-kadang, cacingan juga tidak ditandai dengan gejala tertentu. Meski begitu, penyakit ini tidak boleh disepelekan.
Ini lantaran infeksi jenis cacing tertentu, seperti cacing gelang, dapat menyebabkan anemia pada kucing jika tidak segera ditangani.
Selain itu, beberapa jenis cacing pada kucing juga bisa menyebar ke manusia meski kemungkinannya kecil. Contoh cacing yang bisa menyebar ke pemilik anabul adalah cacing gelang dan cacing pita.
3. Gastric dilatation volvulus (GDV)
Satu lagi alasan kenapa perut kucing membesar adalah penumpukan gas. Kondisi ini dikenal sebagai gastric dilatation volvulus (GDV).
Penumpukan gas pada GDV tidak hanya menyebabkan anabul kembung, tapi juga dapat menyebabkan bagian usus terpuntir. Oleh karena itu, kondisi ini perlu segera diatasi.
Apabila gas terus menumpuk, suplai darah ke lambung pun akan terhambat. Gas yang menekan ke seluruh bagian perut juga bisa membuat kucing kesulitan bernapas.
Penyakit yang bisa disebabkan oleh pemberian pakan kucing berlebihan ini juga bisa menyerang hewan lainnya, mulai dari anjing hingga burung.
Baca Juga: Jangan Takut! Ini 3 Manfaat Sedot Lemak
4. Pyometra
Bagi Anda yang memiliki kucing betina tetapi belum disterilisasi, sebaiknya lebih berhati-hatilah dengan penyakit pyometra.
Kucing betina akan lebih rentan terkena pyometra setelah melewati masa birahi, tepatnya saat level hormon progesteron berada pada puncaknya.
Kelebihan hormon progesteron pada kucing bisa menyebabkan penebalan dinding rahim. Padahal, lapisan rahim kucing yang tidak dibuahi seharusnya menipis.
Dinding rahim yang menebal tanpa pembuahan tersebut akan menjadi tempat sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak.
Selain perut kucing yang membesar, penyakit ini juga ditandai dengan nanah yang keluar dari vulva, penurunan nafsu makan, muntah-muntah, dan peningkatkan frekuensi buang air kecil.
Sebagai upaya pengurangan risiko, Anda disarankan untuk melakukan sterilisasi sebelum kucing berusia 10 tahun.
5. Pembesaran organ
Karena kondisi tertentu, berbagai organ di dalam tubuh kucing bisa membesar. Pembesaran organ-organ seperti ginjal, hati, dan limpa bisa menyebabkan perut kucing terlihat lebih buncit.
Pembesaran organ juga dapat menandakan penyakit tertentu, mulai dari infeksi, penyumbatan saluran, hingga kanker atau tumor pada kucing.
Oleh karena itu, untuk mengatasi pembengkakan pada perut hewan peliharaan, Anda perlu memahami penyebabnya terlebih dulu.
6. Penyebab lainnya
Pada kasus yang tidak berbahaya, perut kucing yang membesar bisa saja disebabkan oleh kebiasaan makan atau minum yang terlalu banyak, kehamilan, atau kegemukan.
Cara terbaik untuk memastikan penyebab membuncitnya perut anabul ialah dengan memeriksakannya ke dokter hewan.
Semoga bermanfaat

