RELUNG.ID – Empat produsen ponsel pintar besar asal Cina, yakni Xiaomi, Oppo, vivo, dan OnePlus, dikabarkan tengah mempertimbangkan penggunaan versi Android yang sepenuhnya “bebas Google”.
Langkah ini disinyalir sebagai antisipasi apabila larangan serupa yang menimpa Huawei saat masa jabatan Presiden Trump pertama terulang di era pemerintahan keduanya.
Langkah tersebut diperkirakan akan bermula dari HyperOS 3, sistem operasi teranyar yang dikembangkan Xiaomi. Meski sejauh ini belum diketahui sejauh apa kolaborasi antara merek-merek tersebut termasuk sejauh apa keterlibatan Huawei saudara-saudara mereka dalam ekosistem ponsel Cina.
Pada masa jabatan Presiden Donald Trump pertama, pembuat ponsel pintar Amerika Serikat dilarang bekerja sama dengan Huawei, sehingga aksesnya ke Google Play Store dan beragam layanan Google terputus.
Kini, dengan kembalinya Trump ke Gedung Putih dan eskalasi perang dagang dengan Cina, rumor soal rencana cadangan bagi Xiaomi dan kawan-kawan semakin menguat.
Sejumlah pertanyaan pun muncul, antara lain apakah mereka akan menghapus kompatibilitas aplikasi Android sebagaimana yang dilakukan Huawei di HarmonyOS, serta apakah mereka akan mengadopsi Ark Compiler, Petal Maps, dan layanan-layanan milik Huawei lainnya. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak manapun.
Menurut data riset pasar terbaru, Xiaomi menempati posisi teratas produsen ponsel di Cina pada kuartal I 2025, disusul Huawei, Oppo, dan vivo masing-masing di posisi dua hingga empat. Keempat perusahaan tersebut bersama-sama membawa dua pertiga pangsa kiriman smartphone di dalam negeri Cina selama periode tersebut.
Di panggung global, Xiaomi, vivo, dan Oppo masuk dalam “5 Besar” pengapalan smartphone dunia, sehingga langkah beralih ke Android tanpa Google diperkirakan akan memberikan dampak signifikan bagi industri. (LWM)

