RELUNG.ID – Karyawan XL Axiata melalui Majelis Taklim XL Axiata (MTXL Axiata) bersama Bank Indonesia menunjukkan kepedulian kepada komunitas disabilitas netra yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara. Bantuan berupa paket kebutuhan pokok diserahkan di Sekretariat Pertuni, Jalan Sampul, Kota Medan.
Ketua MTXL Axiata, Yanuar Tirta Kumaya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berbagi kebaikan, terutama di bulan suci Ramadan.
“Sebagai bagian dari masyarakat, kami ingin selalu berbagi dengan komunitas disabilitas netra. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama,” ujar Yanuar.
Kegiatan sosial ini merupakan hasil pengumpulan dana zakat, infaq, dan sedekah yang secara rutin dikumpulkan dari karyawan XL Axiata dan dikelola oleh MTXL Axiata untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi ini juga melibatkan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan serta Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) guna memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar.
Selain memberikan bantuan kebutuhan pokok, Bank Indonesia turut berpartisipasi dengan memberikan edukasi mengenai Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP Rupiah). Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Hendra Wangsa Dikrama, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama dengan Pertuni.
“Melalui kegiatan ini, kami juga mengingatkan pentingnya menjaga uang Rupiah dengan 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi),” ujarnya.
Edukasi CBP Rupiah ini sangat relevan bagi komunitas disabilitas netra, mengingat uang Rupiah telah didesain dengan fitur Blind Code yang memudahkan mereka mengenali nominal uang. Ketua Pertuni Sumut, Syaiful Bakti Daulay, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.
“Paket bantuan ini sangat membantu kami, terutama di tengah menurunnya minat masyarakat terhadap jasa pijat tunanetra. Kami juga sangat terbantu dengan edukasi Rupiah dari Bank Indonesia untuk menghindari risiko menerima uang palsu,” katanya. (CKM)

