Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»YouTube Pasang Iklan di TikTok untuk Gaet Kreator di Tengah Ancaman Larangan di AS
Techno

YouTube Pasang Iklan di TikTok untuk Gaet Kreator di Tengah Ancaman Larangan di AS

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda08/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Di tengah ketidakpastian masa depan TikTok di Amerika Serikat, YouTube mengambil langkah cerdas dengan meluncurkan iklan di platform rivalnya tersebut. Strategi ini bertujuan menarik para kreator konten TikTok untuk beralih ke YouTube, khususnya memanfaatkan fitur YouTube Shorts yang semakin populer.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (8/2/2025), iklan-iklan tersebut menyoroti berbagai keuntungan yang ditawarkan YouTube kepada para kreator, mulai dari penghargaan eksklusif hingga peluang membangun komunitas yang lebih solid.

“Saya tidak pernah menyangka dalam hidup saya akan menjadi seorang YouTuber; itu benar-benar impian saya di sekolah menengah, dan sekarang saya mendapatkan hadiah dari mereka,” ujar seorang kreator dalam salah satu unggahan bersponsor, sambil memamerkan merchandise eksklusif dari YouTube.

Dalam cuplikan lainnya, terdengar ajakan sederhana namun mengena: “Masuk ke YouTube, temukan komunitas Anda, jalani hidup terbaik Anda.”

Langkah agresif YouTube ini muncul setelah pemerintah AS memberlakukan undang-undang pada Januari 2025 yang mewajibkan divestasi atau pelarangan penuh terhadap TikTok. Akibatnya, Google dan Apple telah menarik aplikasi TikTok dari toko aplikasi mereka di AS. Meski penegakan aturan ini ditunda hingga April, banyak pihak memprediksi bahwa jika larangan benar-benar diterapkan, YouTube Shorts akan menjadi alternatif utama bagi para kreator dan pengguna TikTok di AS.

Kondisi ini menjadi peluang emas bagi YouTube untuk memperkuat dominasinya di pasar video pendek, sekaligus meningkatkan lalu lintas pengguna secara signifikan.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Washington dan Beijing semakin memanas akibat kebijakan ini. Sebagai respons, Tiongkok meluncurkan penyelidikan antimonopoli terhadap Google dan mempertimbangkan tindakan serupa terhadap Apple, menyusul kebijakan tarif perdagangan baru dari AS.

Langkah balasan ini menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya terjadi di ranah ekonomi, tetapi juga merambah ke dunia teknologi digital yang kini menjadi arena strategis bagi kedua negara.

Dengan memanfaatkan situasi ini, YouTube menunjukkan bagaimana krisis dapat diubah menjadi peluang. Mengiklankan platformnya di TikTok mungkin tampak ironis, tetapi strategi ini efektif untuk meraih audiens yang sedang mempertimbangkan alternatif di tengah ketidakpastian masa depan TikTok.

Bagi para kreator, perubahan ini bisa menjadi awal baru untuk mengeksplorasi platform yang menawarkan peluang lebih besar dalam monetisasi, jangkauan audiens, dan dukungan komunitas.

Akankah YouTube berhasil merebut hati para bintang TikTok? Atau justru muncul platform baru yang siap mengisi kekosongan jika TikTok benar-benar hilang dari AS? Waktu yang akan menjawab.[THQ]

AS TikTok YouTube
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleProgram Cek Kesehatan Gratis di Sumsel Dimulai 10 Februari 2025, Dibatasi 30 Orang Per Hari
Next Article Viral! Jemaah Lantunkan Talbiyah di Goa Safarwadi, Benarkah Ada Lorong Rahasia ke Mekkah?
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,882 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,754 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,728 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?