RELUNG.ID — Lahan seluas 10 hektare di area PT GPI, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengalami kebakaran. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di area PT GPI 1 Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lawang Wetan, Muba, pada Sabtu (27/7) pukul 14.53 WIB.
Lahan yang terbakar merupakan semak belukar dan kebun sawit. Pemadaman dilakukan oleh personel gabungan yang terdiri dari Polri, BPBD, karyawan PT GPI, dan warga setempat.
Peralatan yang digunakan dalam pemadaman termasuk satu unit suplai BPBD, satu unit Fire Jeep BPBD, dan dua unit tangki pemadam PT GPI.
“Berdasarkan laporan warga, personel dari tim gabungan beserta peralatan dan perlengkapan menyisir lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat, Sudirman, pada Minggu (28/7/2024).
Pemadaman berlangsung selama hampir lima jam, dengan personel hanya mengandalkan unit suplai dan tangki air dari kendaraan yang dibawa. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB.
“Sekitar pukul 20.00 WIB kondisi api sudah padam, tim kembali ke posko,” katanya.
Sepanjang bulan Juli ini hingga tanggal 27, hotspot di Sumsel telah mencapai 444 titik, dengan jumlah tertinggi sepanjang tahun ini. Wilayah Muba menjadi yang terbanyak dengan 90 hotspot.
Sudirman menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman karhutla agar tidak ada lagi lahan yang terbakar. Posko-posko didirikan untuk meminimalisir dan melakukan mitigasi karhutla.
Posko terpadu karhutla berada di wilayah Ogan Ilir dan OKI. Posko-posko tersebut memantau hotspot di setiap kabupaten/kota di Sumsel dan melakukan ground check apabila ada hotspot.
“Pemantauan kondisi cuaca dan kegiatan Satgas operasi udara, darat, dan perairan dilakukan secara rutin. Posko juga melaksanakan kegiatan sosialisasi untuk pencegahan karhutla,” tutup Sudirman.[AYK]

