RELUNG.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mulai menunjukkan efek domino terhadap perekonomian lokal. Di Kota Palembang, program ini terbukti mampu membuka ribuan peluang kerja baru bagi warga.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang mencatat sebanyak 7.591 tenaga kerja lokal telah terserap melalui Kelompok Penerima Program Gizi (KPPG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ribuan pekerja tersebut tersebar di 166 dapur SPPG yang beroperasi di 18 kecamatan.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaker Palembang, Agusti, mengatakan program MBG kini mulai berperan sebagai salah satu instrumen penekan angka pengangguran di daerah.
“Penyerapan tenaga kerja melalui program ini cukup signifikan. Tidak hanya pekerja inti di dapur MBG, tetapi juga tenaga pendukung di berbagai sektor ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, keberadaan dapur MBG tidak hanya menciptakan lapangan kerja langsung seperti juru masak dan petugas distribusi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lain, mulai dari penyedia bahan pangan, jasa transportasi, hingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi dapur.
Para pekerja yang terlibat dalam program ini rata-rata memperoleh upah sekitar Rp120.000 per hari. Nilai tersebut dinilai cukup membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap.
Disnaker Palembang memproyeksikan jumlah tenaga kerja yang terserap masih berpotensi meningkat. Hal ini sejalan dengan rencana penambahan dapur MBG pada tahun 2026 seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat program.
“Ke depan, peluang penyerapan tenaga kerja masih terbuka lebar karena jumlah dapur MBG direncanakan terus bertambah mengikuti kebutuhan penerima manfaat,” kata Agusti.[THQ]

