RELUNG.ID – Ekosistem bisnis kopi Sumatra Selatan (Sumsel) mencetak prestasi baru dengan keberhasilan ekspor perdana kopi lokal ke Malaysia dan Australia. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pembiayaan serta sinergi antara pelaku usaha dan lembaga keuangan, yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel bersama berbagai pihak terkait.
Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, menyebut bahwa sepanjang 2024, sektor kopi Sumsel menerima pembiayaan lebih dari Rp2,37 miliar.
“Kami berperan dalam membangun ekosistem bisnis kopi mandiri, termasuk memfasilitasi akses permodalan dan teknologi bagi petani kopi. Ini untuk mendukung produktivitas dan daya saing di pasar global,” ujar Arifin pada Rabu (15/1/2024).
Sistem business matching yang diterapkan menjadi kunci pengembangan ekosistem ini. Melalui program tersebut, petani kopi dapat memperluas jejaring bisnis sekaligus memperoleh akses permodalan. Selain itu, penerapan Letter of Credit (LC) oleh perbankan memastikan petani mendapatkan pembayaran di muka atas hasil produksi mereka.
Kopi Sumsel yang akan diekspor pada 19 Januari 2025 telah melalui proses fumigasi sesuai standar internasional. Kepala Karantina Sumsel, Kostan Manalu, menjelaskan bahwa setiap negara tujuan ekspor memiliki regulasi ketat terkait phytosanitary.
“Kami menerapkan ketentuan International Standards for Phytosanitary Measures (ISPM) Nomor 43 agar kopi memenuhi standar negara penerima,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Karantina Sumsel mendukung fasilitasi perdagangan internasional agar Indonesia dapat menjadi mitra strategis dalam perdagangan global.
Pengiriman kopi ke Malaysia dan Australia melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang ini menandai awal evaluasi dan monitoring berkelanjutan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel.
“Ke depan, kami akan memastikan kontinuitas ekspor ke pasar internasional yang lebih luas,” ungkap Arifin.
Ekspor kopi Sumsel ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan lokal, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan internasional. Dukungan dari OJK dan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kopi Sumsel sebagai komoditas unggulan global.[AYK]

