Pengrajin kaleng almunium atau yang kerap disebut pengrajin Gerondongan yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan disiapkan untuk lebih meningkatkan produktifitasnya dalam memproduk berbahan almunium.
Sebanyak 20 pengrajin almunium yang ada di Bumi Serepat Serasan dan telah terdata di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI, akan menerima pelatihan lanjut untuk upaya produksi lebih berkembang lagi. Baik dari kecepatan produksi maupun kwalitas produk.
Saat ini pengrajin kaleng almunium di kabupaten PALI yang memang memiliki ciri khas tersendiri, direncanakan akan dikembangkan lebih moder oleh Dinas Koprasi dan UKM, melalui beberapa program pada tahun 2023 ini.
Baca Juga: 10 Saksi Diperiksa, Polisi Mulai Kejar Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswa di PALI
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI, Raden Abdurrohman mengatakan, bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pengkajian untuk produksi rumahan berupa perabotan rumah tangga kaleng almunium yang berasal dari Kabupaten PALI.
“Produksi kaleng almunium atau gerondong asal kota Pendopo Kabupaten PALI memang memiliki ciri khas dan memng sangat banyak diminati hingga keluar provinsi bahkan samapai ke pulau Jawa. Tentunya kita memiliki kebanggaan tersendiri dari produk rumahan berbahan dasar almunium ini,” katanya, Senin (9/1).
Meskipun saat ini masih diproduksi manual, lanjut Raden, namun produk almunium asal PALI ini sudah memiliki wilayah pasarnya sendiri.
“Pembuatannya masih manual, tetapi kwalitas produk tidak diragukan lagi, mungkin hal ini menjadi alasan orang mencari dan produk kaleng almunium asal kabupaten PALI ini,” terangnya.
Baca Juga: Ditusuk 58 Kali, Mahasiswa di PALI Ditemukan Tewas dalam Kondisi Telanjang
Pihaknya saat ini tengah mempersiapkan agar produk asli dari tangan pengrajin kreatif di Kabupaten PALI dapat bersaing dikanca yang lebih tinggi lagi dan pemasarannya lebih berkembang lagi.
“Mungkin kedepan bisa kita tingkatkan produksi dengan mesin atau alat cetak moderen yang dapat menghasilkan produksi dalam waktu singkat, dan tanpa mengurangi kwalitas produk. Tentunya jika kita sudah mampu memproduksi demikian, maka pasar kita akan lebih luas lagi,” pungkasnya.

