RELUNG.ID — Upaya Sumatera Selatan (Sumsel) menuju status bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menghadapi tantangan di awal tahun 2026. Hingga awal Februari, vaksinasi PMK pada ternak sapi di provinsi ini baru menyasar ratusan ekor, seiring terlambatnya distribusi vaksin dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi, mengungkapkan bahwa sejak vaksinasi dimulai pada pekan ketiga Januari hingga 5 Februari 2026, jumlah sapi yang berhasil divaksin masih sekitar 300 ekor.
“Pelaksanaannya memang belum maksimal karena vaksin baru kami terima di minggu ketiga Januari,” kata Ruzuan, Senin (9/2/2026).
Meski capaian awal terbilang rendah, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk segera mengejar ketertinggalan. Pada pengiriman terakhir, Sumsel menerima 20.000 dosis vaksin PMK yang telah langsung didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota.
Dengan ketersediaan vaksin di daerah, percepatan vaksinasi kini menjadi fokus utama. DKPP mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengaktifkan tim vaksinasi lapangan agar populasi ternak sapi dapat terlindungi dari ancaman wabah.
PMK sendiri masih menjadi momok serius bagi peternak karena berpotensi menurunkan produktivitas ternak, mengganggu distribusi daging, hingga merugikan perekonomian peternak kecil. Karena itu, vaksinasi dinilai sebagai langkah krusial untuk menjaga kesehatan hewan dan keberlanjutan usaha peternakan di Sumsel.
“Target nasional kita jelas, Indonesia diharapkan sudah bebas PMK pada 2030. Untuk itu, percepatan vaksinasi di daerah harus terus dilakukan,” tegas Ruzuan.[THQ]

