RELUNG.ID – Pemerintah terus memasifkan kendaraan listrik salah satunya dengan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia.
Karena itu, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggenjot pembangunan 62.918 unit SPKLU di seluruh Indonesia hingga tahun 2030 mendatang.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan ESDM, Havidh Nazif mengatakan, di tahun ini pembangunan infrastruktur SKPLU mencapai 5,810 stasiun dengan rasio EV berbasis baterai (KBLBB) sebesar 98.764 unit.
Jumlah ini dapat meningkat secara bertahap. Tahun 2026, diharapkan ada peningkatan 9.633 stasiun SPKLU dengan proyeksi KBLBB sebanyak 1163.764 unit.
Di 2027 diharakan sebanyak 14.339 stasiun dengan proyeksi KLBB sebanyak 243.764 unit.
“Selanjutnya di 2028 dapat naik menjadi 26.251 stasiun SPKLU dengan proyeksi KLBB sebanyak 243.764 unit, dan seterusnya,” katanya.
Untuk teknologi SPKLU lima tahun mendatang, dia menambahkan, mayoritas atau 55 persen diantaranya yaitu medium Charger dengan total 30.796 unit.
“Ada juga teknologi Fast Charger dan Ultra Fast Charger yang masing-masing berjumlah 19.538 unit (28 persen) dan 12.584 unit (17 persen),” tutupnya. (LWM)

