RELUNG.ID – Persaingan di ajang Bintang Dangdut Plus (BDP) Palembang 2026 mulai memasuki fase yang lebih ketat. Sebanyak 22 peserta berhasil melewati Audisi Tahap I dan kini harus membuktikan bahwa mereka layak melangkah lebih jauh.
Audisi Tahap I digelar dalam dua gelombang, yakni 3 dan 8 Agustus 2026, di Gedung Kesenian Palembang. Sebanyak 17 peserta lolos pada gelombang pertama, termasuk satu peserta yang meraih Golden Ticket. Sementara lima peserta lainnya memastikan tiket pada gelombang kedua.
Peserta yang lolos pada gelombang pertama yakni Ananda Wisma Bella, Nabilah Safitri, Dwi Aulia, Celpin Junior, Histi Nazwa Prishila, Mutiara Hafildzah, Ahmad Subardi (Golden Ticket), Sundari, Intan Agustin, Meisya Maharani, Rahmat Ilhamsyah, Nadine Putri Adina, M. Sadewa, Bella Setiawati, Ratih Maharani, Huzadi, dan M. Rizki Sempurna Abadi.
Sementara lima peserta yang lolos pada gelombang kedua yakni Mirza Ulfa, Hendri Hernandes, M. Nur Rohman, Diki Ardian, dan Inayah Ramdhina.
Kelolosan tersebut bukan sekadar ditentukan dari kemampuan bernyanyi. Dewan Juri mengevaluasi sejumlah aspek teknis dan potensi pengembangan peserta, mulai dari teknik vokal, artikulasi, power, pitch control, dinamika, penggunaan diafragma hingga kemampuan mencapai nada tinggi dan rendah.
Ketua Pelaksana Bintang Dangdut Plus 2026, S. Abu Bakar, mengatakan 22 peserta yang lolos masih memiliki pekerjaan besar sebelum menghadapi Audisi Tahap II.
“Sebanyak 22 peserta yang dinyatakan lolos merupakan hasil evaluasi dari Dewan Juri. Masing-masing peserta memiliki karakter dan potensi yang berbeda, sehingga Dewan Juri juga memberikan catatan serta evaluasi yang harus menjadi perhatian untuk terus diperbaiki,” ujar Abu Bakar, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, tiket menuju tahap berikutnya bukan berarti peserta sudah aman. Justru, catatan juri harus menjadi bahan latihan agar penampilan berikutnya mengalami peningkatan.
“Lolos ke tahap berikutnya bukan berarti perjuangan sudah selesai. Justru peserta harus semakin serius berlatih dan memperbaiki kekurangan masing-masing. Semua catatan dari Dewan Juri harus dijadikan bahan evaluasi agar mereka bisa tampil lebih maksimal di Audisi Tahap 2,” katanya.
Ketua Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP), Kgs. M. Riduan, menilai lolosnya 22 peserta menunjukkan Palembang masih memiliki banyak talenta dangdut yang potensial.
Namun, ia mengingatkan bahwa persaingan pada tahap berikutnya akan jauh lebih berat. Peserta tidak cukup hanya mengandalkan suara bagus, tetapi harus mampu menunjukkan perkembangan dari setiap evaluasi.
“Kami mengapresiasi 22 peserta yang berhasil lolos. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi mereka karena di Audisi Tahap 2 persaingan akan semakin ketat. Para peserta harus mampu menunjukkan perkembangan dari hasil evaluasi yang sudah diberikan Dewan Juri,” ujar Riduan.
Ia meminta peserta tidak cepat puas dengan pencapaian pada tahap pertama.
“Yang paling penting adalah bagaimana peserta bisa terus belajar, berlatih dan memperbaiki kekurangan. Jangan cepat puas karena sudah lolos. Jadikan setiap catatan dari Dewan Juri sebagai motivasi untuk tampil lebih baik di tahap berikutnya,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), M. Nasir. Menurutnya, BDP 2026 tidak seharusnya berhenti sebagai ajang perebutan gelar juara. Kompetisi tersebut harus menjadi ruang pembinaan bagi penyanyi muda Palembang.
“Dari proses audisi ini kita bisa melihat bahwa Palembang memiliki banyak talenta di bidang musik dangdut. Lolosnya 22 peserta tentu menjadi hal yang positif, tetapi mereka masih harus terus mengembangkan kemampuan karena persaingan pada tahap berikutnya akan semakin ketat,” kata Nasir.
Nasir menilai kualitas penyanyi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan suara. Mental tampil, teknik vokal, karakter, interpretasi lagu, hingga kemampuan membangun komunikasi dengan penonton juga akan menentukan daya saing peserta.
“Setiap evaluasi dari Dewan Juri harus dijadikan bekal. Peserta perlu terus berlatih, memperbaiki teknik vokal dan membangun karakter. Dengan begitu, mereka tidak hanya siap untuk kompetisi, tetapi juga memiliki bekal untuk berkembang sebagai seniman,” ujarnya.
Mewakili Wali Kota Palembang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Sosial dan Kemasyarakatan M. Sadruddin Hadjar mengapresiasi penyelenggaraan BDP 2026. Menurutnya, ajang tersebut memberi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus menjaga keberlangsungan musik dangdut sebagai bagian dari budaya masyarakat.
“Pemerintah Kota Palembang memberikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan ini. Bintang Dangdut Plus menjadi bagian dari upaya melestarikan seni, khususnya musik dangdut,” ujarnya saat membuka audisi, Minggu (3/8/2026).
Ia juga meminta proses penjurian dilakukan secara profesional, objektif, dan independen sehingga peserta yang lolos benar-benar merupakan talenta terbaik berdasarkan kemampuan. (DSK)

