Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Viral Video Keluarga Sebut Istri Polisi Pernah “Dijual” ke Wakapolda, Begini Penjelasan Polda Sumut 
Regional

Viral Video Keluarga Sebut Istri Polisi Pernah “Dijual” ke Wakapolda, Begini Penjelasan Polda Sumut 

ADMINBy ADMIN04/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi polisi (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kasus kematian W (30), mantan istri Brigadir IH, kembali menjadi sorotan. Kali ini, muncul video viral yang memuat dugaan bahwa W pernah “dijual” oleh mantan suaminya kepada seorang atasannya yang disebut pernah menjabat sebagai Wakapolda.

Video tersebut diunggah akun Instagram @justiceforwindalorenza dan memperlihatkan seorang perempuan tengah berbicara di hadapan keluarga W saat menerima kunjungan Irwasda Polda Sumut pada Senin (31/8/2026).

Dalam video berdurasi singkat itu, perempuan tersebut menyebut kehidupan W mulai hancur setelah diduga “dijual” Brigadir IH kepada atasannya pada 2021.

Baca juga :   Kunjungan Gibran ke Musi V, Penanda Tol Palembang-Betung Siap Layani Arus Nataru

“Jadi awal mula dia hancur ini pak, sejak menjual dia pada atasannya. Jadi si (Brigadir IH) ini pernah menjual W pada atasannya kalau tidak salah dulu jabatannya, Wakapolda,” ujar perempuan tersebut dalam video.

Namun, dalam pernyataannya, perempuan itu tidak menyebut siapa nama Wakapolda yang dimaksud. Tak hanya itu, ia juga menyebut W diduga pernah “dijual” ke luar negeri oleh Brigadir IH.

“Itu bukan sekali dua kali, W ini pernah juga dijual ke luar negeri, biar jangan orang memframing si W ini pelacur,” katanya.

Baca juga :   Sebelum Idul Adha, TPP ASN di Muba Segera Dicairkan

Polda Sumut tidak mengabaikan informasi yang beredar tersebut. Polisi memastikan dugaan yang muncul dalam video viral itu sedang didalami untuk mengetahui kebenarannya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan pendalaman dilakukan oleh Bidpropam Polda Sumut. Polisi juga akan melibatkan Direktorat Siber dan Direktorat Reserse Kriminal Umum.

“Kami melalui Bidpropam Polda Sumut saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut. Nanti juga akan dikoordinasikan dengan Direktorat Siber Polda Sumut untuk menyangkut videonya, kemudian juga kita koordinasikan dengan Kriminal Umum untuk penanganan kasusnya,” ujar Ferry saat ditemui wartawan di Mapolda Sumut seperti dilansir Kompas.com, Kamis (3/9/2026).

Baca juga :   Ratusan Anggota Polres Pagar Alam Ikut Tes Menembak

Langkah tersebut menjadi penting karena informasi dalam video menyangkut dugaan serius yang menyeret anggota Polri dan seorang pejabat kepolisian.

Polda Sumut kini harus memastikan apakah pernyataan dalam video tersebut memiliki dasar fakta, siapa pihak yang dimaksud, serta apakah ada keterkaitan dengan rangkaian persoalan yang dialami W sebelum meninggal dunia.

Kasus ini bermula ketika W ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah Brigadir IH di Kompleks Bumi Asri, Kota Medan, Minggu (2/8/2026). Dalam penyelidikan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh W dan menduga korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik Brigadir IH.

Baca juga :   Siap-siap, The Irregular at Magic High School Season 3 Bakal Segera Dirilis

Namun, kesimpulan tersebut tidak sepenuhnya diterima keluarga. Keluarga justru melaporkan dugaan pembunuhan ke Polda Sumut pada Kamis (6/8/2026) malam. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor STTLP/B/1286/VIII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.

Kuasa hukum keluarga W, Paul Tambunan, mengatakan laporan dibuat karena keluarga memiliki kecurigaan terhadap penyebab kematian W.

“Untuk terlapornya dalam lidik. Kalau untuk kenapa bisa melapor begitu adalah karena kecurigaan pihak keluarga,” jelas Paul.

Baca juga :   Tanjak Raksasa Taman Olahraga Lubuklinggau Rusak Diterjang Angin

Kecurigaan semakin menguat setelah keluarga mengaku menemukan sejumlah lebam pada tubuh W ketika jenazah dibawa ke rumah duka.

“Matanya lebam, kemudian bagian kepala sebelah kiri bonyok, bagian hidung biru, di bagian perut dekat pusar ada lebam, begitu juga bagian atas lututnya, lalu di punggung kaki,” ungkap Paul.

Keluarga juga mengaku belum puas dengan penjelasan dokter forensik dan meminta dilakukan ekshumasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga :   Sumsel Siaga Puncak Hujan, Pemerintah Diminta Perkuat Mitigasi Awal

“Keluarga masih kurang puas dengan penjelasan dokter forensik sehingga keluarga besar sepakat untuk membuat laporan model B di Polda Sumut,” terangnya.

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto sebelumnya menegaskan bahwa proses penyidikan akan dibuka secara transparan untuk mengungkap penyebab kematian W.

“Kami sangat terbuka, kami sangat transparan untuk membuka seluas-luasnya proses penyidikan ini. Ini yang dititipkan oleh bapak ketua dewan yang terhormat di Komisi III untuk sama-sama membuka proses ini lebih dalam, memperkaya pendalaman proses ini, scientific investigation,” ujar Whisnu dalam keterangan pers di Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Kamis (13/8/2026).

Baca juga :   2026, Pertumbuhan Ekonomi di Palembang Ditarget Tembus 6 Persen

Whisnu meminta waktu sekitar satu hingga dua bulan untuk menuntaskan penyelidikan. Ia juga membuka ruang bagi lembaga pengawas kepolisian dan keluarga W untuk ikut mengawasi proses penyidikan.

“Kami juga membuka ruang kepada keluarga korban untuk bersama-sama dengan kami melihat bagaimana proses penyidikan yang dilakukan oleh Polrestabes maupun Direktorat Kriminal Umum,” katanya. (KPB)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTerdeteksi Karhutla, Izin Usaha 10 Perusahaan Perkebunan di Sumsel Terancam Dicabut
Next Article Sumsel Makin Panas! Perubahan Iklim atau Karhutla Ulah Manusia?
ADMIN

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,874 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,746 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,720 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?