RELUNG.ID – Sebanyak 250 personel dari TNI dan Polri dikerahkan untuk mengikuti pelatihan pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel. Pelatihan ini akan dilatih langsung oleh Manggala Agni, yang merupakan ahli di bidang pemadaman Karhutla.
“250 personel itu terdiri dari 200 personel Polri dan 50 personel TNI yang akan dilatih oleh Manggala Agni, mereka yang langsung berada di bawah KLHK,” ujar Kapolda Sumsel, A. Rachmad Wibowo, saat menghadiri pembukaan pelatihan pencegahan dan penanganan Karhutla 2024, Kamis (25/7/2024).
Rachmad menjelaskan bahwa latihan ini akan berlangsung selama dua hari, dimulai pada 25 hingga 26 Juli 2024. Setelah latihan selesai, jumlah personel akan ditambah dengan 240 personel dari Manggala Agni, sehingga totalnya menjadi 490 personel untuk penanganan Karhutla.
“Untuk kekuatannya, setelah 250 personel dilatih, akan ditambah dengan personel yang sudah ahli dari Manggala Agni, yakni 240 personel, jadi totalnya ada 490 personel untuk Karhutla,” jelasnya.
Selain personel, Rachmad menegaskan bahwa mereka juga akan dilengkapi dengan peralatan yang diperlukan untuk operasi penanganan Karhutla.
“Para personel sudah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan juga alat pompa air,” tambahnya.
Dalam penanganan Karhutla, pihaknya tidak hanya mengedepankan penegakan hukum saja, tetapi juga melakukan imbauan secara persuasif kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Imbauan nantinya akan dilakukan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa, dan lurah. Bahkan, ada bantuan dari Dinas Pertanian yang menyediakan alat-alat pertanian supaya masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” jelas Rachmad.
Langkah-langkah komprehensif ini diharapkan dapat menekan jumlah kejadian Karhutla di wilayah Sumsel dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya dari tindakan pembakaran hutan dan lahan.[AYK]

