RELUNG.ID — Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki sejarah yang kaya akan perjuangan dan kontribusi besar terhadap kemerdekaan Indonesia.
Terdapat 3 nama pahlawan dari Sumatera Selatan yang namanya sudah cukup familier di telinga masyarakat Indonesia. Dua pahlawan di antaranya telah dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden.
Berikut RELUNG.ID rangkum tiga nama pahlawan dari Sumatera Selatan yang memiliki kiprah besar dalam perjuangan melawan penjajah:
1. Sultan Mahmud Badaruddin II:
Sultan Mahmud Badaruddin II, yang memerintah di Kesultanan Palembang Darussalam, dikenal sebagai pejuang ulung dan pemimpin yang mahir dalam berbagai bidang.
Sultan Mahmud Badaruddin II memimpin perlawanan melawan Inggris dan Belanda, memukul mundur penjajah dalam tiga penyerangan pada tahun 1819, terutama dalam Perang Menteng.
Ia diasingkan ke Ternate setelah kalah dari pasukan Belanda pada tahun 1821, dan wafat pada 26 November 1852.
Dikenal sebagai Pahlawan Nasional, namanya diabadikan dalam berbagai bentuk, termasuk Museum Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, mata uang kertas, dan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
2. Mayjen TNI dr. Adnan Kapau (AK) Gani:
AK Gani, lahir pada 16 September 1905, merupakan seorang dokter dan pejuang yang aktif terlibat dalam Kongres Pemuda Oktober 1928.
Selama pendudukan Jepang, AK Gani menjadi dokter koordinator dalam memberikan pelayanan kesehatan dan sosial kepada korban perang.
Pada awal kemerdekaan, AK Gani memainkan peran penting sebagai penyeludup, mengamankan senjata dan perlengkapan dengan hasil barter produk bumi.
Penerima penghargaan Bintang Gerilya dan Pahlawan Nasional pada tahun 2007, AK Gani memiliki peran dalam membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Sumatera, yang menjadi cikal bakal TNI.
BACA Juga : 6 Museum Ini Tawarkan Keindahan dan Sejarah Palembang, Yuk Mampir!
3. AM Thalib:
AM Thalib lahir pada 23 Februari 1922 dan aktif dalam berbagai organisasi, seperti Pemuda Sumber Karesidenan Palembang dan Gabungan Partai Politik Indonesia (GAPI).
Pada masa kemerdekaan, AM Thalib menjadi Kapten TNI dan menjabat sebagai Kepala Penerangan Tentara Sub Komando Sumsel (Sub-KOSS).
Dikenal sebagai jurnalis dan pejuang, ia menerima penghargaan Satya Lencana, Bintang Gerilya, dan Bintang Clash.
AM Thalib dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta, dan namanya diabadikan sebagai nama gedung Korem 044/Garuda Dempo, Palembang.
Keberanian dan pengabdian ketiganya telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Namun, penghargaan sejati bagi mereka adalah ketika generasi sekarang terus mengenang dan belajar dari perjuangan mereka demi masa depan yang lebih baik.

