RELUNG.ID — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, secara resmi menyatakan dukungannya dalam Pilpres 2024.
Ia mengumumkan bahwa pilihannya jatuh pada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pernyataannya, Luhut menyebut bahwa keputusannya didasarkan pada alasan sederhana, yakni kelanjutan.
Ia menilai Prabowo memiliki semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kuat dan telah membuktikan kesuksesannya di masa lalu.
“Saya pribadi memilih Pak Prabowo, alasan yang sangat sederhana, berkelanjutan. Dan dia punya spirit NKRI yang bagus dan dia membuktikan keberhasilan-keberhasilan dia yang lalu. Itu tidak dapat dipungkiri,” ujar Luhut seperti yang dikutip dari akun Instagram resminya pada Sabtu (3/1).
Menurut Luhut, Prabowo dianggap sebagai pilihan terbaik untuk menjadi presiden berikutnya. Ia percaya bahwa Prabowo akan melanjutkan program yang telah ditempuh oleh Presiden Joko Widodo saat ini.
Luhut juga menyoroti prestasi Jokowi yang telah diakui dunia dan menganggapnya perlu dilanjutkan.
“Diskusi ini yang saya bawa kepada, saya tawarkan beberapa kepada calon presiden dan cawapres itu, tapi yang merespons sangat positif langsung juga dengan langkah-langkah dia adalah Pak Prabowo. Beberapa kali saya menyampaikan ke Beliau, kami ada begini, Beliau datang ke kami dan mengirim tim ke kami dan berbicara dengan tim kami, dan Beliau sangat setuju dan ini harus dilakukan,” ungkap Luhut.
Luhut menekankan pentingnya kontinuitas dan keberlanjutan dalam kepemimpinan. Ia berpendapat bahwa perubahan yang radikal tidak diperlukan, melainkan kelanjutan dari kebijakan yang telah terbukti berhasil.
“Sekali lagi, saya Luhut Binsar Pandjaitan, pilih Prabowo. Karena menurut saya, dia pilihan terbaik untuk presiden pada saat ini dan itu akan membawa kemajuan ke Indonesia dan membawa keberlanjutan Indonesia,” tegasnya.
Dengan pernyataan ini, Luhut Binsar Pandjaitan secara pribadi menyatakan dukungan dan keyakinannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024. Ia berharap setelah tanggal 14 Februari, semua pihak dapat bersatu kembali dalam kedamaian dan kebersamaan.

