RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, telah berhasil dikendalikan. Namun, pekerjaan petugas belum selesai.
Empat regu Manggala Agni masih melakukan penyisiran dan pendinginan di sejumlah lokasi yang mengeluarkan asap tipis.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih hidup di dalam lapisan gambut.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan tidak lagi ditemukan api aktif di kawasan tersebut.
Petugas kini fokus melakukan mopping up atau penyisiran untuk mencari bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Api aktif sudah tidak ada. Kawan-kawan (Manggala Agni) melaksanakan mopping up memastikan lagi tidak ada api di dalam tanah,” kata Ferdian, Rabu (9/9/2026).
Menurut Ferdian, karakter lahan gambut membuat proses penanganan tidak bisa dilakukan hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Petugas harus memastikan sumber panas di bawah tanah benar-benar hilang.
Jika masih ditemukan asap, tanah di lokasi tersebut akan dibongkar untuk mencari bara yang tersembunyi. Setelah itu, bagian yang masih panas disiram air hingga dipastikan tidak lagi menjadi sumber api.
“Kondisi pagi ini di Kebun Raya Sriwijaya, asap tipis, Manggala Agni melaksanakan mopping up. Karena kebakarannya di gambut jadi butuh waktu menuntaskan saja. Tidak boleh ditinggalkan kalau masih ada asap. Harus dibongkar dan dituntaskan benar-benar,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan sementara, luas lahan yang terdampak karhutla di Kebun Raya Sriwijaya diperkirakan mencapai 30 hektare.
Sebelumnya penanganan kebakaran berlangsung sekitar lima hari sejak api pertama kali muncul pada Jumat (4/9/2026) siang. Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk menangani sejumlah titik kebakaran sekaligus mencegah api merambat ke area lainnya. (THQ)

