Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Fuelman Nyaris Meregang Nyawa di Tambang Air Laya PTBA Usai Tersenggol Fuel Truck
Regional

Fuelman Nyaris Meregang Nyawa di Tambang Air Laya PTBA Usai Tersenggol Fuel Truck

alwiBy alwi09/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Lokasi kecelakan kerja di di kawasan Tambang Air Laya PT Bukit Asam (PTBA)/ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID-Aktivitas operasional di kawasan Tambang Air Laya PT Bukit Asam (PTBA) kembali diwarnai kecelakaan kerja. Seorang pekerja kontraktor mengalami cedera berat setelah tersenggol unit fuel truck saat menjalankan aktivitas di area pertambangan PTBA, Sabtu (5/9/2026) siang.

Korban diketahui bernama Frendi Novensius Purba (25), fuelman dari PT Allantara Perdana Nusantara, kontraktor pada bagian Supply Chain Management.

Akibat insiden tersebut, Frendi disebut mengalami patah tulang paha kiri dan harus menjalani tindakan operasi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.50 WIB di Simpang Old Dump, Jalan Semen Padang, kawasan IUP Tambang Air Laya, saat korban menjalani shift II.

Baca juga :   Warga Desa Darmo Pagar Lahan 20 Hektare yang Digusur PTBA, Tuntut Ganti Untung Sesuai Perpres


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kejadian bermula setelah korban menyelesaikan aktivitas pengisian bahan bakar pada unit dump truck HD-289 milik PT Antareja Mahada Makmur (AMM).

Setelah pengisian selesai, korban kemudian hendak mengembalikan fuel gun ke tempatnya.
Pada saat bersamaan, unit fuel truck FT-2547 yang dioperasikan Muhammad Alvin bergerak mundur.

Manuver tersebut kemudian berujung insiden.
Bagian unit fuel truck menyenggol korban hingga terjatuh. Korban kemudian mendapatkan pertolongan dan langsung dilarikan ke RS Bukit Asam Medika (BAK) untuk menjalani pemeriksaan serta penanganan medis.

Insiden tersebut menjadi perhatian karena terjadi dalam aktivitas yang melibatkan pekerja dan kendaraan operasional secara bersamaan.

Baca juga :   Anak Eks Gubernur Sumsel Unggul di Perolehan Suara Sementara DPD

Area pertambangan memiliki pergerakan unit yang tinggi. Karena itu, setiap aktivitas harus memperhitungkan jarak aman, komunikasi antara pekerja dan operator, hingga pengaturan pergerakan kendaraan.

Terlebih dalam aktivitas pengisian bahan bakar, pekerja berada sangat dekat dengan unit operasional. Ketika proses pengisian selesai dan pekerja masih berada di sekitar kendaraan, setiap pergerakan unit harus benar-benar dipastikan aman.

Ketua Pemuda Hijau Sumatera Selatan, Yusuf, mengatakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam aktivitas pertambangan merupakan kewajiban mutlak perusahaan.

Bukan hanya perusahaan tambang, tetapi juga seluruh kontraktor yang menjalankan aktivitas di dalam wilayah operasional pertambangan.

Baca juga :   Disnakertrans Sumsel Turunkan Tim Lakukan Investigasi Kecelakaan Kerja di Pusri

“K3 pertambangan merupakan kewajiban mutlak perusahaan. Setiap aktivitas kerja yang melibatkan alat berat dan kendaraan operasional harus dipastikan memiliki prosedur keselamatan yang jelas dan benar-benar diterapkan di lapangan. Jangan sampai aspek keselamatan hanya menjadi prosedur di atas kertas,” ungkap Yusuf saat dihubungi, Selasa (9/9/2026).

Menurutnya, aktivitas yang melibatkan kendaraan berat, termasuk pengisian bahan bakar, membutuhkan pengawasan dan prosedur keselamatan yang ketat.

Yusuf meminta insiden tersebut tidak berhenti pada penyelesaian internal perusahaan.
Menurutnya, perlu ada pemeriksaan dari pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan pertambangan untuk memastikan penyebab kecelakaan diketahui secara menyeluruh.

Baca juga :   Bupati Muba Resmi Jabat Wakil Bendahara Umum APKASI 2025–2030

“Kami mendesak agar Inspektur Tambang melakukan investigasi secara mendalam. Investigasi harus melihat seluruh rangkaian kejadian, mulai dari prosedur kerja, kondisi lokasi, komunikasi antara pekerja dan operator, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan,” jelasnya.

Menurut Yusuf, investigasi tidak cukup hanya mencari siapa yang salah. Yang lebih penting adalah menemukan bagaimana kecelakaan tersebut bisa terjadi dan apakah terdapat celah dalam sistem keselamatan yang memungkinkan pekerja berada dalam posisi berbahaya ketika unit bergerak.

Hasil pemeriksaan juga penting untuk menentukan langkah pembinaan maupun sanksi apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan K3 pertambangan. “Yang paling penting adalah memastikan ada perbaikan sistem sehingga keselamatan pekerja benar-benar menjadi prioritas,” ungkapnya.

Baca juga :   Tragis! Dua Crew Tugboat Tewas Tertimpa Tali Towing di Sungai Musi Palembang

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel David Hardianto Jufri mengatakan pihaknya belum menerima informasi resmi dari pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Namun dirinnya memastikan akan mendalami terkait kecelakaan kerja yang terjadi operasional di kawasan Tambang Air Laya PT Bukit Asam.

“Kami baru mendapatkan informasi ini dari media, namun kami akan mendalami dulu dan mempelajari, nanti kita akan memanggil pihak Disnaker yang menangani masalah keselamatan kerja,” kata David dihubungi.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak menuntup kemungkinan pihaknya akan memanggil pihak perusahaan serta memantau dari penindakan korban terkait pengobatan yang dilakukan.

“Kemungkinan dalam waktu dekat ini kami akan melihat dulu proses yang dilakukan Disnaker dan nanti kami akan panggil juga pihak perusahaan untuk mendengarkan seperti apa keterangan dari mereka,” pungkasnya. [TIM]

AMM Antaredja Mahada Makmur IUP PTBA Kecelakaan kerja PTBA Tambang Air Laya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSejak Agustus Antisipasi Kabut Asap, Disdik Sumsel Perbolehkan Sekolah Terapkan Belajar Daring
Next Article 30 Hektare Terbakar, Manggala Agni Sisir Bara Api di Gambut Kebun Raya Sriwijaya
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,864 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,738 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,711 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?