RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) sudah melanda 10 daerah sepanjang Januari-Juni 2024, dengan total luas lahan terbakar mencapai 313,5 hektare.
Dari jumlah tersebut, 202,9 hektare adalah lahan mineral dan 110,6 hektare adalah lahan gambut.
“Karhutla sudah terjadi di 10 kabupaten/kota sepanjang Januari-Juni tahun ini. Daerah-daerah tersebut termasuk Banyuasin, Prabumulih, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Penukal Abab Lematang Ilir,” ungkap Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Kristianto, Sabtu (13/7/2024).
Jumlah daerah yang terkena Karhutla tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencakup 9 daerah di Sumsel.
Kejadian Karhutla tahun lalu terjadi di Muara Enim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Ogan Komering Ulu Selatan.
Menurut Ferdian, luas lahan yang terbakar sepanjang 2024 ini memang belum setinggi dua tahun terakhir (2022 dan 2023), namun hampir mendekati kejadian pada tahun 2021 yang mencapai 379,6 hektare.
Berdasarkan prediksi BMKG, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga Agustus mendatang.
Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, beberapa daerah telah menaikkan status menjadi siaga darurat Karhutla. Mitigasi terhadap dampak Karhutla juga dilakukan melalui pengecekan perlengkapan dan peralatan ke sejumlah perusahaan perkebunan.
“Karhutla terbanyak terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir, yang mencapai 113,9 hektare, terdiri dari 7,5 hektare lahan mineral dan 106,4 hektare lahan gambut,” jelas Ferdian.
Selain OKI, beberapa daerah lain yang telah menetapkan status siaga darurat Karhutla adalah Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Pemerintah Provinsi Sumsel.
Kejadian Karhutla terbanyak berikutnya terjadi di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan total luas lahan terbakar 63,5 hektare, terdiri dari 59,2 hektare lahan mineral dan 4,3 hektare lahan gambut. Diikuti oleh Musi Banyuasin dengan 53,6 hektare lahan mineral yang terbakar.
“Kebakaran lahan gambut hanya terjadi di wilayah OKI dan PALI, dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 110,6 hektare,” ungkap Ferdian.
Sudirman, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, menambahkan bahwa saat ini baru empat pemda yang telah menetapkan status siaga darurat Karhutla, yakni OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Pemerintah Provinsi Sumsel. Pemprov Sumsel dijadwalkan akan menggelar apel kesiapsiagaan penanganan Karhutla pada 19 Juli mendatang, yang rencananya akan dipimpin oleh Menko Perekonomian. [AYK]
Berikut rincian data karhutla di 10 kabupaten/kota di Sumsel, berdasarkan data BPPIKHL Wilayah Sumatera:
1. Ogan Komering Ilir: 113,9 hektare
2. Penukal Abab Lematang Ilir: 63,5 hektare
3. Musi Banyuasin: 53,6 hektare
4. Ogan Komering Ulu: 21,4 hektare
5. Ogan Ilir: 18,7 hektare
6. Musi Rawas Utara: 14,5 hektare
7. Muara Enim: 14,4 hektare
8. Musi Rawas: 5 hektare
9. Prabumulih: 7,8 hektare
10. Banyuasin: 0,8 hektare (belum termasuk estimasi lahan terbakar 4 hektare pada 1 Juli 2024)

