RELUNG.ID – Polda Metro Jaya tengah mendalami dugaan bocornya 341 ribu data pribadi anggota Polri yang diduga dilakukan oleh hacker berinisial WFT, yang mengaku sebagai “Bjorka”. Data yang bocor meliputi nama lengkap, pangkat, satuan tugas, nomor HP, hingga alamat email anggota Polri.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak menjelaskan pihaknya masih menelusuri identitas WFT.
“Everybody can be anybody di internet, siapapun bisa jadi siapa saja di internet. Kami dalami apakah WFT identik dengan Bjorka yang sebelumnya,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Reonald menambahkan, tim Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya juga mendalami jejak digital WFT yang beberapa kali mengganti identitas di dark web. Dugaan peretasan yang sebenarnya dilakukan Bjorka asli masih dalam tahap penyelidikan.
WFT ditangkap di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, pada 23 September 2025, terkait laporan salah satu bank swasta pada 17 April 2025. Laporan itu menyebut WFT mengunggah tampilan database nasabah bank dan mengklaim telah membobol 4,9 juta akun.
Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon menegaskan motif WFT adalah untuk memeras bank swasta.
“Namun aksi pemerasan tidak terjadi karena pihak bank langsung melapor,” katanya.
Dari pemeriksaan, terungkap WFT mengaku sebagai Bjorka sejak 2020 dan aktif di media sosial maupun dark forum. Pada Februari 2025, akun dark forum WFT diubah menjadi SkyWave.
WFT kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia dijerat dengan Pasal 46 juncto Pasal 30, dan/atau Pasal 48 juncto Pasal 32, dan/atau Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).[YKP]

