RELUNG.ID – Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) menggelar agenda besar berupa pelantikan DPP, Musyawarah Madya IV, dan Rembuk Nasional Dewan Kerajaan 2025 di Ndayu Park, Sragen, Jawa Tengah, Jumat–Sabtu (26–27/9/2025). Acara ini dihadiri 45 raja dari berbagai kerajaan di Indonesia serta empat kerajaan lain yang diwakili mandat resmi.
Pertemuan akbar ini menjadi ajang konsolidasi terbesar tokoh adat, budaya, dan pemimpin tradisional di Nusantara sepanjang 2025. Sragen dipilih karena posisinya yang strategis sekaligus memiliki nilai historis.
Sultan Palembang Darussalam, SMB IV Jayo Wikramo Raden Muhammad Fauwaz Diradja, SH., M.Kn., yang hadir bersama jajaran DPP MAKN, menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah menjaga adat dan budaya di tengah arus modernisasi.
“Melalui MAKN, kita ingin sinergi antara kerajaan, pemerintah pusat, dan daerah agar warisan leluhur tetap hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya, Sabtu (27/9/2025).
Ketua Umum MAKN, KPH Eddy Wirabumi (Karaton Surakarta Hadiningrat), menyebut acara ini bukan sekadar seremoni.
“Raja-raja Nusantara ingin menegaskan eksistensi kami dalam menjaga budaya, tradisi, dan adat istiadat warisan leluhur, sekaligus berkontribusi nyata untuk pembangunan bangsa,” katanya.
Rembuk nasional menghasilkan sejumlah poin penting yakni Pembentukan Dewan Kerajaan Nusantara sebagai mitra resmi pemerintah dalam pelestarian adat dan budaya.
Perlindungan tanah adat dan tanah ayat di tengah kebijakan pertanahan nasional. Pengelolaan aset kerajaan melalui badan khusus agar bernilai produktif. Revitalisasi budaya fisik dan non-fisik, dari bangunan bersejarah hingga upacara adat.
Selama dua hari, masyarakat Sragen dapat menyaksikan langsung prosesi adat, pelantikan, dan diskusi budaya. Momentum ini juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda tentang kekayaan dan keberagaman Nusantara. (DSK)

