RELUNG.ID – Lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) masuk dalam kategori tidak sehat karena gagal memberikan kontribusi dividen kepada kas daerah. Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan akan melakukan evaluasi mendalam untuk menilai kinerja BUMD tersebut.
“Ini yang mau kita evaluasi, kita lihat dulu kinerjanya seperti apa,” ujar Herman Deru usai memberikan arahan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Griya Agung, Palembang, Selasa (8/4/2025).
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sumsel, Basyaruddin Akhmad, menjelaskan bahwa setiap BUMD memiliki kondisi unik yang memengaruhi kesehatan keuangannya. Salah satu contoh adalah PT Jakabaring Sport City (JSC) yang terkendala oleh besarnya nilai aset sehingga penerimaan tidak mencukupi kebutuhan cash flow.
“Kondisinya tidak bisa digeneralisasi. Ketika penyertaan modal dilakukan, aset JSC terlalu besar, sehingga cash flow tidak tercukupi,” kata Basyaruddin.
Masalah serupa juga terjadi pada PT Swarnadwipa Sumsel, yang tertekan oleh nilai aset hotel yang tinggi serta beban depresiasi dan amortisasi. Untuk mengatasi persoalan ini, pihaknya menunggu rencana bisnis dari masing-masing BUMD dan mempertimbangkan suntikan modal sebagai salah satu solusi.
“Kami bersama Pak Gubernur tengah menyusun langkah-langkah strategis untuk penyehatan BUMD. Setelah laporan keuangan dan rencana bisnis disampaikan, barulah keputusan diambil,” jelas Basyaruddin.
Sementara itu, enam BUMD yang tergolong sehat telah menyetorkan dividen sebesar Rp96,6 miliar ke kas daerah hingga Desember 2024, melampaui target Rp91,3 miliar.
“Capaian ini menunjukkan bahwa BUMD sehat mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah,” tutup Basyaruddin.
Dengan evaluasi yang terarah, diharapkan seluruh BUMD di Sumsel dapat beroperasi optimal dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.[THQ]

