Menjelang hari raya Natal 2022, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM (Kanwil KemenkumHAM) Sumsel, mengusulkan 62 Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) beragama kristen dan katolik mendapatkan remisi khusus Natal.
“Dari jumlah 62 WBP tersebut diantaranya WBP berjenis kelamin laki-laki usia dewasa 59 orang dan perempuan dewasa sebanyak 3 orang,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum dan HAM Sumsel, Rabu (21/12).
Menurutnya UPT terbanyak yang diusulkan memperoleh Remisi Natal 2022 adalah Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang, 9 orang, dan Rutan Kelas I Palembang 7 orang.
Selain itu besarnya usulan remisi atau pengurangan masa pidana diantaranya mulai dari 15 hari (15 orang), 1 bulan (41 orang), 1 bulan 15 hari (4 orang) hingga pengurangan 2 bulan sebanyak 2 Orang.
Lebih lanjut dikatakannya, syarat usulan remisi yang diajukan melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), diantaranya berkelauan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir, telah menjalani pidana selama 6 atau lebih dan telah mengikuti program pembinaan yang diselenggakan oleh lapas/rutan dengan predikat baik.
Sedangkan untuk saat ini jumlah penghuni Lapas dan Rutan se-Sumatera Selatan per-15 Desember 2022, sebanyak 15.924 orang dengan jumlah narapidana13.736 dan tahanan 2.188. Sedangkan kapasitas jumlah hunian Lapas/Rutan yang ada di Sumatera Selatan hanya sejumlah 6.605 orang.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Sumsel Harun Sulianto mengapresiasi warga binaan yang diusulkan untuk dapat remisi, kerena telah menunjukkan perilaku positif dengan mengikuti pembinaan dengan hasil baik.
“Semoga pemberian remisi ini memotivasi WBP untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna selama dan setelah menjalani masa pidana,” pungkasnya.

