Operasi Lilin Musi 2022 dan apel Sispamkota Polrestabes Palembang kini resmi digelar, Kamis (22/12). Dalam operasi ini, puluhan ribu objek jadi fokus pengamanan.
“Ada setidaknya 52.636 objek pengamanan,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmat Wibowo saat memimpin apel di Halaman Stadion Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (22/12).
Dalam operasi ini, pihaknya menyiapkan 1.845 pos pengamanan, 695 pos pelayanan dan 89 pos terpadu yang nantinya ditempati oleh tim gabungan. “Saya minta persiapan seluruh sektor dan stakeholder dalam mengantisipasi gangguan dan masalah saat natal dan tahun baru ini betul-betul disiapkan, agar masyarakat merasa nyaman dan juga aman,” tegasnya.
Dia menjelaskan, pada pengamanan Nataru, terdapat berbagai potensi gangguan yang harus diwaspadai. Menurutnya, di sisi kesehatan, masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi terjadinya lonjakan Covid-19, terlebih saat ini telah muncul subvarian baru omicron BN.1 yang lebih cepat menular.
Melihat hal tersebut, lakukan penguatan prokes terutama pada lokasi-lokasi dengan tingkat interaksi tinggi, imbau masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi booster guna meningkatkan imunitas dan optimalkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi.
Selanjutnya pada sisi keamanan, terdapat beberapa potensi gangguan yang juga perlu diwaspadai, seperti kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas jalan dan penyeberangan antar pulau, serta kepadatan pada bandara, terminal dan pelabuhan.
Dalam rangka memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi umum di bandara, terminal dan pelabuhan, maka lakukan pengaturan jadwal keberangkatan, dorong pembelian tiket secara online dan lakukan pengaturan arus keluar masuk bersama dengan stakeholder
terkait, guna mengantisipasi terjadinya kepadatan penumpang.
Selain itu, intensifkan patroli jalan kaki dalam rangka sosialisasi prokes dan mencegah terjadinya kejahatan. Untuk ancaman terorisme juga menjadi potensi gangguan yang serius.
“Perlu saya tekankan, bahwa aksi terorisme seperti di Polsek Astana Anyar tidak boleh terjadi,” katanya.
Maka pihaknya kedepankan deteksi dini dan preventive strike guna mencegah aksi-aksi terorisme, serta lakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah yang berpotensi menjadi target serangan teror.
“Perlu saya tekankan, bahwa aksi terorisme seperti di Polsek Astana Anyar tidak boleh terjadi. Maka kedepankan deteksi dini dan preventive strike guna mencegah aksi-aksi terorisme, serta lakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah yang berpotensi menjadi target serangan teror,” pungkasnya.

