Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»6,3 Juta Balita di Indonesia Alami Stunting, Wapres Ma’ruf Amin Ingatkan Hindari Pernikahan Anak!
Regional

6,3 Juta Balita di Indonesia Alami Stunting, Wapres Ma’ruf Amin Ingatkan Hindari Pernikahan Anak!

alwiBy alwi06/07/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Stunting atau gangguan tumbuh kembang pada anak terus menjadi perhatian.

Berdasarkan data statistik PBB setidaknya 22 persen bayi di seluruh dunia mengalami stunting.

Dari jumlah terserbut, 6,3 juta diantaranya yaitu balita di Indonesia.

Baca Juga: Oda Menyesal Bunuh Ace dengan Kejam

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengatakan, setidaknya ada 149 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, 6,3 juta balita diantaranya itu di Indonesia.

“Data statistik PBB ini tercatat pada 2020 lalu,” katanya.

Dia menerangkan, stunting ini bukan hanya persoalan tinggi badan. Bahkan, ada yang lebih buruk yaitu terhadap kualitas hidup anak.

Baca Juga: Threads Resmi Diluncurkan di Indonesia, Pengguna Instagram Mulai Dapat Beralih

Dimana, dapat munculnya penyakit ketertinggalan kecerdasan dan lain sebagainya.

“Mengutip dari Uniceff, anak stunting itu memiliki kehidupan dan otak yang stunting,” terangnya.

Menurutnya, dampak stunting ini sejak masa kecil akan terakumuluasi kedepannya.

Baca Juga: Galaxy Watch 6 Series Bakal Diluncurkan 26 Juli Mendatang

Jika terlambat diatasi maka akan terakumulasi di kehidupan mendatang dari balita tersebut. Karena itu, untuk menurunkan angka stunting di negara harus serius dilakukan.

“Mengutip lagi dari laporan Unicef, stunting ini diakibatkan kekurangan gizi dalam dua tahun diusiannya, bahkan dapat diakibatkan kekurangan gizi saat dalam kandungan,” terangnya.

Dia berharap keluarga harus memiliki kesadaran untuk pemenuhan asupan gizi dan termasuk dalam kebersihan lingkungannya.

Baca Juga: Teaser Baru ‘Concrete Utopia’, Park Seo Joon Berjuang Untuk Bertahan Hidup

Menurutnya, jika berbicara soal gizi, Indonesia ini memiliki kekayaan yang berlimpah. Ini yang perlu dioptimalkan pemanfaaatannya untuk keluarga.

“Anak remaja juga harus diperhatikan prilaku dan pergaulangnnya jangan sampai ada pernikahan dini,” tegasnya.

Ma’ruf menambahkan, pernikahan ini lebih banyak mudoratnya dibandingkan kemanfaatannya. Karena, pernikahan dini ini dapat menghasilkan anak stunting yang lebih tinggi.

Baca Juga: Samsung Galaxy Z Flip 5 Bakal Diluncurkan 26 Juli

Memang secara agama pernikahan dini ini diperbolehkan untuk menghindari terjadi perbuatan dosa. Namun, jika membawa kemudoratan dan berbahaya maka tentunya dilarang oleh agama.

“Setiap bahaya tentunya harus dihilangkan dan ditangkal. Jadi wajib hukumnya untuk menghindari pernikahan dini,” terangnya.

Orang nomor dua di Indonesia ini juga mengingatkan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan posyandu dan puskesmas. Hal ini untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca Juga: SM Entertainment Diprotes Penggemar Taeyeon Girl’s Generation, Ini Alasannya

Saat ini, pemerintah pusat menargetkan angka stunting di Indonesia sebesar 14 persen di tahun 2024. Hanya saja, saat ini prevalansi masih sekitar 21,6 persen angka stunting.

“Jadi kita harus menurunkan sektidaknya 3,5 persen angka stunting di Indonesia setiap tahun,” pungkasnya.

 

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleOda Menyesal Bunuh Ace dengan Kejam
Next Article 5 Rangkuman, Alasan Arc Marineford jadi yang Paling Sulit Dilupakan Fans
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,915 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,787 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,760 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?