RELUNG.ID – Kematian tragis kakak Monkey D Luffy Portgas D Ace dari cerita akhir yang kelam di Arc Marineford kembali di bahas. Hal itu datang dari sang pencipta One Piece Eiichiro Oda tiba-tiba menyesal telah membunuh Ace dengan kejam.
Arc Marineford bagi seluruh fans One Piece adalah episode dan chapter yang paling epic dan dramatis.
Baca Juga: Kalian Tahu Tidak! Ace dan Luffy Pernah Saling Rekrut jadi Nakama
Bahkan kematian Ace hingga sekarang masih tidak diharapkan oleh semua fans. Karena karakter Ace yang sangat baik dan sangat menyayangi adiknya Monkey D Luffy kenapa harus meninggal dunia dengan cara kerjam seperti itu.
Dikutip dari Instagram @oploverzz ada perdebatan antara editor One Piece dan penulis Eiichiro Oda, Kamis (6/7/2023).
Hingga sekarang editor One Piece Hattori setiap pekan sellau bertanya kepada Oda Sensei “Apakah dia benar-benar akan membunuh Ace?, itu bukanlah ide yang bagus,”
Oda Sensei juga selalu mendapatkan surat dari para fans untuk menyelamatkan nyawa Ace.
Baca Juga: Ini Kakak Angkat Luffy Setelah Ace dan Sabo
Namun akhirnya setelah Oda menonton episode dalam bentuk anime. Oda Sensei sendiri akhirnya menyesal telah membunuh Ace dengan cara kejam seperti itu.
Oda Sensei berkata, “Aku heran kenapa Ace harus dibunuh dengan cara yang kejam begitu,”
Dalam cerita sendiri Ace pergi dari kru Bajak Laut Shirohige untuk mencari pembunuh anak buah Thatch dilakukan oleh anggota juga Blackbeard.
Sebagai Komandan Divisi II kru Bajak Laut Shirohige Ace ingin menangkap sendiri perlakuannya Blackbeard. Karena Ace menilai hal itu juga mencoreng nama ayah angkatnya Shirohige.
Karena Blackbeard sudah sangat kuat memakan buah iblis yang dicurinya dengan taruhan membunuh temannya sendiri. Lalu Ace berhasil dikalahkan dan diserahkan ke angkat laut.
Ace akhirnya dijatuhi vonis hukuman mati dengan cara dipenggal kepalanya di Marineford. Monkey D Luffy datang menyelamatkan kakaknya dan semua kru Bajak Laut Shirohige hingga perang besar pecah di Marineford.
Ace malah mati menyelamatkan adiknya Luffy dengan mengobarkan badannya ditusuk oleh tangan bara api Akainu atau Sakazuki.

