RELUNG.ID – Pemerintah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat perlindungan sosial bagi penyandang disabilitas. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa sekitar 6,5 juta penyandang disabilitas ditargetkan menjadi penerima bantuan khusus pada tahun 2026, seiring pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Target tersebut diambil dari total 26 juta penyandang disabilitas di Indonesia, meski baru 15 juta di antaranya yang tercatat dalam DTSEN dan sedang divalidasi kembali.
“Tantangan pertama kita adalah data. Dari jutaan penyandang disabilitas, yang benar-benar masuk kategori perlu perlindungan itu sekitar 6,5 juta orang,” ujar Gus Ipul dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (8/12).
Pemerintah menitikberatkan bantuan pada penyandang disabilitas dari Desil 1 hingga Desil 4, yaitu kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi paling rentan.
Gus Ipul menjabarkan klasifikasi pengeluaran yang menjadi dasar penentuan desil:
- Desil 1: pengeluaran di bawah Rp600 ribu/bulan
- Desil 2: di bawah Rp750 ribu
- Desil 3: di bawah Rp900 ribu
- Desil 4: sedikit di atas Rp1 juta
“Merekalah yang membutuhkan perhatian serius negara,” tegasnya.
Masalah akurasi data menjadi pekerjaan besar pemerintah. Mengingat selisih data yang belum rampung—yakni 11 juta penyandang disabilitas belum masuk sistem—Gus Ipul meminta organisasi-organisasi disabilitas ikut mengawal proses verifikasi menggunakan aplikasi DTSEN.
“Cukup masukkan NIK, nanti akan terlihat mereka berada di desil berapa. Kalau ada data yang keliru, bisa langsung dikoreksi. Ini penting agar tidak ada yang tercecer,” jelasnya.[THQ]

