RELUNG.ID — Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kini memasuki fase akselerasi. Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono mengungkapkan sudah 7.923 titik Kopdes yang mulai dibangun di berbagai daerah, sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ekonomi desa dan rantai pasok pangan nasional.
Kopdes Merah Putih dirancang bukan sekadar koperasi, melainkan pusat ekonomi terpadu berbasis desa yang akan menyediakan layanan lengkap — mulai dari sembako hingga klinik dan cold storage. Proyek ini mendapat dukungan eksekusi dari PT Agrinas Pangan Nusantara dengan keterlibatan unsur TNI dalam proses pendampingan dan monitoring lapangan.
“Ada 11 ribuan titik tanah yang telah kami inventarisir, dan 7.923 sudah mulai dibangun. Itu yang sudah terkonfirmasi dari pihak Agrinas,” ujar Ferry di Jakarta, Kamis (6/11).
Pemerintah menargetkan verifikasi 40 ribu titik tanah pada November, kemudian dimulai pembangunan fisik untuk 20 ribu lokasi. Pada Desember, targetnya meningkat menjadi 40–50 ribu Kopdes mulai dibangun. Ferry optimistis bangunan fisik — termasuk gudang, gerai, dan fasilitas penunjang — akan rampung pada Maret tahun depan.
Setiap Kopdes akan dilengkapi tujuh unit usaha, antara lain:
- Gerai sembako
- Cold storage
- Layanan obat murah
- Klinik desa
- Unit simpan pinjam
- Pengelolaan logistik
- Kantor koperasi
Dengan skema ini, desa tidak hanya menjadi pusat perdagangan lokal, tetapi juga simpul distribusi pangan dan layanan masyarakat.
Pendanaan proyek menggunakan dana APBN yang disalurkan melalui bank Himbara ke PT Agrinas, dengan plafon Rp3 miliar per koperasi untuk pembangunan fisik.
Meski melibatkan unsur TNI, Ferry memastikan tenaga kerja lokal akan menjadi bagian dari proses pembangunan.
“Setiap titik akan melibatkan sekitar 20 tenaga kerja, termasuk dari Kodim, Babinsa, dan masyarakat setempat,” jelas Ferry.[THQ]

