Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»7 Alat Kontrasepsi Aman untuk Ibu Menyusui
Lifestyle

7 Alat Kontrasepsi Aman untuk Ibu Menyusui

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda27/07/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pada saat ibu mulai melakukan aktifitas menyusui pastinya juga akan mencari alat kontrasepsi. Hal itu untuk menundah ke hamilan.

Nah ada beberapa alat kontrasepi yang tidak aman membuat produksi ASI menurun. Dilansir dari Halodoc ada 7 alat kontrasepsi yang aman untuk ibu hamil :

1. IUD Tembaga

Kontrasepsi non-hormonal ini ada dua jenis, yaitu IUD hormonal dan IUD tembaga. Dari keduanya, IUD tembaga menjadi pilihan paling baik karena tidak berdampak pada ASI.

Bahkan, tingkat efektivitasnya mencapai 99 persen! Kontrasepsi ini membantu ibu mencegah kehamilan dalam rentang waktu sampai 10 tahun dan bisa dengan mudah dilepas jika ibu memang ingin memiliki anak lagi.

Baca Juga: 5 Tips Atasi Sembelit untuk Ibu Hamil

2. Kontrasepsi Penghalang

Kondom adalah alat kontrasepsi penghalang dengan tingkat efektivitasnya mencapai 85 persen. Tidak ada kandungan hormon, sehingga tidak akan memengaruhi produksi ASI ibu.

Biasanya, ibu akan diminta untuk melakukan penetrasi sampai waktu kontrol pertama untuk mencegah risiko infeksi hingga area serviks.

3. Steril

Steril menjadi bentuk permanen dari kontrasepsi yang dilakukan dengan metode tubektomi atau memasang cincin atau mengikat saluran telur kanan maupun kiri, sehingga tidak terjadi pertemuan antara sel telur dan sel sperma.

Biasanya, steril banyak dipilih ibu yang tidak lagi ingin punya anak dan telah melahirkan dengan cara caesar.

4. Metode Amenore Laktasi atau MAL

Cara ini terbilang efektif, karena dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif yang membantu mencegah terbentuknya hormon reproduksi, sehingga ibu tidak akan mengalami ovulasi.

Baca Juga: Ini 7 Penyakit yang Mengancam Kaum Rebahan

Namun, sebelum melakukannya, ibu perlu memastikan bahwa sedang tidak mengalami menstruasi, memberikan ASI eksklusif pada bayi tanpa interupsi makanan atau minuman lain, dan usia sang buah hati masih belum lebih dari 6 bulan.

5. Suntik

Alat kontrasepsi ini akan diinjeksikan pada ibu agar kehamilan berikutnya bisa dicegah dalam jangka waktu sekitar tiga bulan.

Setelahnya, ibu perlu melakukan cek kesehatan untuk mengetahui bagaimana efeknya dan apakah pemberian dosisnya sudah pas. Ibu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit tanpa perlu menunggu lama.

6. Pil Progestin

Pil progestin mirip dengan pil KB tradisional, bedanya pil ini hanya mengandung progesteron. Pil ini tidak mengandung pil plasebo atau bisa disebut juga pil kosong, sehingga setiap pil yang ibu konsumsi akan memiliki kandungan aktif.

7. IUD Hormon

IUD jenis ini memiliki kandungan progesteron di dalamnya. Cara kerjanya sama dengan alat kontrasepsi jenis suntik yang efektif untuk mencegah kehamilan antara tiga hingga lima tahun. Apabila ibu berubah pikiran dan ingin mengganti jenis kontrasepsinya, IUD hormon ini bisa dilepaskan dengan mudah.

Namun, ibu juga harus tahu bahwa kontrasepsi hormonal tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual. Jadi, jika ada kemungkinan berganti pasangan, mungkin kontrasepsi penghalang atau kondom menjadi pilihan terbaik yang bisa digunakan.

Semoga bermanfaat

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHaruto TREASURE Bakal Hiatus, Ini Alasannya
Next Article Mau Hamil! Ini Makanan dan Minuman Bisa Tingkatkan Kesuburan
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20266 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,012 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,882 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,854 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?