RELUNG.ID — Suasana mencekam menyelimuti Kampung Kuripan, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, ketika seorang remaja berusia 17 tahun terjebak di dalam sumur sedalam belasan meter. Insiden yang berlangsung selama hampir tujuh jam itu menyita perhatian warga dan petugas karena melibatkan kondisi kesehatan jiwa korban yang tidak stabil.
Remaja berinisial FS diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Pada Selasa (27/1/2026) pagi, keluarga berniat membawa FS untuk mendapatkan perawatan lanjutan setelah beberapa hari tidak mengonsumsi obat rutin akibat kehabisan stok.
Kedatangan tenaga medis ke rumah justru memicu kepanikan korban. FS berusaha melarikan diri dari rumah meski sempat ditahan oleh ayahnya. Tak berselang lama, warga mendapati FS sudah berada di dalam sebuah sumur tua berdiameter sempit dan berkedalaman sekitar 16 meter.
Upaya penyelamatan awal dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar, namun kondisi sumur yang dalam serta perilaku korban yang agresif membuat evakuasi tak memungkinkan. Aparat kelurahan kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang untuk menangani situasi berisiko tersebut.
Proses evakuasi berlangsung alot. Selain medan yang sempit dan gelap, petugas harus menghadapi perlawanan korban yang terus memberontak. Bahkan, salah satu personel pemadam kebakaran sempat mengalami kekerasan saat mencoba menenangkan korban di dalam sumur.
“Kami tidak bisa bertindak kasar karena keselamatan korban menjadi prioritas utama,” ujar Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti.
Setelah berbagai pendekatan persuasif gagal, tim penyelamat akhirnya mengambil langkah teknis yang tidak biasa. Petugas memasang pelampung pada tubuh korban, mengikat tali pengaman, lalu secara perlahan mengisi sumur dengan air menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran.
Strategi tersebut berhasil. Menjelang malam, FS perlahan naik ke permukaan dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meski tampak kelelahan.
Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur atas kerja keras petugas dan warga. Usai dievakuasi, FS direncanakan langsung dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.[THQ]

