RELUNG.ID – Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) menyoroti tingginya angka anak putus sekolah (APS) di sejumlah kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Persoalan ekonomi dinilai masih menjadi faktor dominan yang menyebabkan banyak anak tidak melanjutkan pendidikan, terutama saat memasuki jenjang sekolah menengah atas (SMA).
Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Alwis Gani, mengungkapkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi daerah dengan jumlah anak putus sekolah tertinggi di Sumsel, disusul Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Berdasarkan data yang diterima pihaknya, di Kabupaten Musi Banyuasin terdapat sekitar 19 ribu anak putus sekolah yang merupakan akumulasi dalam tiga tahun terakhir.
Angka tersebut mencakup siswa yang tidak melanjutkan pendidikan dari jenjang sekolah dasar (SD) ke sekolah menengah pertama (SMP), maupun dari SMP ke SMA, dengan jumlah terbesar terjadi pada transisi dari SMP ke SMA.
“Faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama. Selain itu, banyak siswa yang terkendala jarak sekolah yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka,” ujar Alwis, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, masih banyak wilayah yang belum memiliki SMA maupun SMK sehingga para siswa harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk melanjutkan pendidikan.
Kondisi tersebut semakin berat karena keterbatasan akses transportasi serta kemampuan ekonomi keluarga.
Selain persoalan ekonomi dan akses pendidikan, Alwis juga menilai faktor sosial turut memengaruhi tingginya angka anak putus sekolah.
Sebagian anak perempuan memilih menikah di usia muda, sedangkan anak laki-laki lebih memilih bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan agar setiap kebijakan di sektor pendidikan, termasuk terkait besaran iuran komite sekolah, tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat.
“Jangan sampai biaya komite sekolah yang terlalu besar justru membuat orang tua memutuskan anaknya berhenti sekolah. Jika angka anak putus sekolah terus meningkat, beberapa tahun ke depan kita berpotensi menghadapi persoalan sosial seperti meningkatnya pengangguran hingga kriminalitas,” tegasnya.
Sebagai upaya menekan angka anak putus sekolah, pemerintah saat ini tengah mendorong pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi di Kabupaten Musi Banyuasin.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal di wilayah yang masih minim fasilitas pendidikan.
Komisi V DPRD Sumsel berharap berbagai program tersebut dapat berjalan optimal sehingga semakin banyak anak di Sumatera Selatan yang memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang menengah. (DSK)

