Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Komisi V DPRD Sumsel Soroti Tingginya Angka Anak Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Masih Jadi Penyebab Utama
Regional

Komisi V DPRD Sumsel Soroti Tingginya Angka Anak Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Masih Jadi Penyebab Utama

alwiBy alwi24/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Alwis Gani. (Dudi/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) menyoroti tingginya angka anak putus sekolah (APS) di sejumlah kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Persoalan ekonomi dinilai masih menjadi faktor dominan yang menyebabkan banyak anak tidak melanjutkan pendidikan, terutama saat memasuki jenjang sekolah menengah atas (SMA).

Baca juga :   Antrean Solar dan Kemacetan Dominasi Keluhan Warga Saat Reses DPRD Sumsel

Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Alwis Gani, mengungkapkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi daerah dengan jumlah anak putus sekolah tertinggi di Sumsel, disusul Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Berdasarkan data yang diterima pihaknya, di Kabupaten Musi Banyuasin terdapat sekitar 19 ribu anak putus sekolah yang merupakan akumulasi dalam tiga tahun terakhir.

Angka tersebut mencakup siswa yang tidak melanjutkan pendidikan dari jenjang sekolah dasar (SD) ke sekolah menengah pertama (SMP), maupun dari SMP ke SMA, dengan jumlah terbesar terjadi pada transisi dari SMP ke SMA.

Baca juga :   Warga Tewas Diterkam Buaya Saat Memeras Minyak Ilegal di Muba

“Faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama. Selain itu, banyak siswa yang terkendala jarak sekolah yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka,” ujar Alwis, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, masih banyak wilayah yang belum memiliki SMA maupun SMK sehingga para siswa harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk melanjutkan pendidikan.

Kondisi tersebut semakin berat karena keterbatasan akses transportasi serta kemampuan ekonomi keluarga.

Baca juga :   DPRD Sumsel Buka Posko Pengaduan Kecurangan SPMB


Selain persoalan ekonomi dan akses pendidikan, Alwis juga menilai faktor sosial turut memengaruhi tingginya angka anak putus sekolah.

Sebagian anak perempuan memilih menikah di usia muda, sedangkan anak laki-laki lebih memilih bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan agar setiap kebijakan di sektor pendidikan, termasuk terkait besaran iuran komite sekolah, tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat.

Baca juga :   Sidak MinyaKita di Pasar, Ini Hasil Temuan Polres Pagaralam

“Jangan sampai biaya komite sekolah yang terlalu besar justru membuat orang tua memutuskan anaknya berhenti sekolah. Jika angka anak putus sekolah terus meningkat, beberapa tahun ke depan kita berpotensi menghadapi persoalan sosial seperti meningkatnya pengangguran hingga kriminalitas,” tegasnya.

Sebagai upaya menekan angka anak putus sekolah, pemerintah saat ini tengah mendorong pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi di Kabupaten Musi Banyuasin.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal di wilayah yang masih minim fasilitas pendidikan.

Baca juga :   Penyegelan RMK Energy, Ketua DPRD Sumsel: Memang Seharusnya Begitu!

Komisi V DPRD Sumsel berharap berbagai program tersebut dapat berjalan optimal sehingga semakin banyak anak di Sumatera Selatan yang memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang menengah. (DSK)

Angka Anak Putus Sekolah DPRD Sumsel Ekonomi Muba OI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDitabrak Ponton, Jembatan Penghubung Antar Dusun di Banyuasin Ambruk
Next Article Mantan Bupati Muara Enim dan Musi Rawas, Nang Ali Solichin Meninggal Dunia
alwi

Related Posts

Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Regional

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,849 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,724 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,695 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?