Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Sepanjang 2026, Industri di Sumsel Belum Ada PHK Massal
Regional

Sepanjang 2026, Industri di Sumsel Belum Ada PHK Massal

alwiBy alwi27/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi PHK. (Freepik)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sektor industri di Bumi Sriwijaya dinilai masih mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang terjadi secara nasional.

Hal ini terbukti, hingga pertengahan 2026 belum ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di wilayah Sumsel.

Klaim tersebut diutarakan Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, David Hardianto Aljufri, Minggu kemarin (26/7/2026),

Baca juga :   Bayar Pajak Hilang Motor, Polisi Buru Pelaku Curanmor di Kantor Samsat Palembang IV

Dia mengatakan, gelombang PHK yang terjadi di sejumlah daerah memang menjadi perhatian. Namun, kasus terbesar justru terjadi di provinsi yang memiliki konsentrasi industri manufaktur, terutama Jawa Barat.

“PHK memang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, bahkan sejak akhir tahun lalu. Namun, jumlah terbesar bukan berada di Sumatera Selatan, melainkan di Jawa Barat yang memiliki kawasan industri manufaktur lebih banyak,” ujar David, Minggu (26/7/2026).

Ia menjelaskan, perlambatan ekonomi global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi dunia usaha.

Baca juga :   SMKN 1 Belitang III Jadi Sekolah Pertama di Luar Jawa yang Dapat Bantuan Truk dari Hino

Selain itu, tingginya biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat turut memberikan tekanan terhadap berbagai sektor industri.

Menurut David, industri padat karya seperti tekstil, elektronik, dan otomotif menjadi sektor yang paling terdampak oleh kondisi tersebut.

Meski demikian, Sumatera Selatan dinilai memiliki struktur ekonomi yang berbeda dibandingkan provinsi dengan dominasi industri manufaktur. Hal itu membuat dampak PHK di Sumsel relatif lebih kecil.

Baca juga :   Komisi III DPRD Sumsel Dorong Optimalisasi Pengelolaan Pajak

“Di Sumsel memang ada perusahaan manufaktur, tetapi jumlah industri besar di sektor tekstil, elektronik, maupun otomotif tidak sebanyak daerah lain. Karena itu, dampak PHK belum terlalu terasa,” katanya.

Sebagai bentuk pengawasan, Komisi V DPRD Sumsel telah melakukan pemantauan ke sejumlah perusahaan, termasuk industri kimia.

Dari hasil kunjungan tersebut, sebagian besar pelaku usaha mengakui adanya peningkatan biaya produksi akibat mahalnya harga bahan baku.

Baca juga :   Ketua Komisi V DPRD Sumsel Dorong Pembentukan UPTD Diknas dan Disnaker di Daerah

Meski menghadapi tantangan tersebut, perusahaan disebut masih berupaya menjaga keberlangsungan operasional tanpa mengambil langkah pengurangan tenaga kerja.

David pun mengimbau kalangan dunia usaha untuk mengedepankan berbagai alternatif sebelum memutuskan melakukan PHK terhadap karyawan.

“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha dan sektor industri untuk mengedepankan solusi selain PHK. Produksi harus tetap berjalan, tetapi hak dan keberlangsungan pekerjaan para karyawan juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Baca juga :   Wuling Jamin Untung 70 Persen untuk SUV-nya!

Komisi V DPRD Sumsel berharap kondisi dunia usaha di Sumatera Selatan tetap stabil sehingga gelombang PHK yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tidak meluas dan berdampak terhadap tenaga kerja di Bumi Sriwijaya. (DSK)

DPRD Sumsel Elektronik Industri Otomotif PHK Massal
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKasus Langka di OKI, Bayi Mengidap Mermaid Syndrome Tutup Usia Sesaat Setelah Lahir
Next Article Mitra Balap Toyota Kembangkan Helm Khusus Anti Beruang
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,886 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,758 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,732 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?