Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Lestarikan Sejarah dan Budaya Sumsel, Akademisi Unsri Kenalkan Dulmuluk Lewat E-Comic
Regional

Lestarikan Sejarah dan Budaya Sumsel, Akademisi Unsri Kenalkan Dulmuluk Lewat E-Comic

alwiBy alwi29/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Akademisi FKIP Unsri, Dedi Irwanto saat memaparkan sejarah Dulmuluk. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Upaya melestarikan sejarah dan kebudayaan lokal terus dilakukan kalangan akademisi.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar pelatihan bagi guru sejarah di SMAN 1 Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Baca juga :   Mengenal Sejarah Kabupaten OKI yang Berkaitan dengan Ogan Ilir

Pelatihan ini mengangkat sejarah seni pertunjukan Dulmuluk sebagai materi pembelajaran berbasis sejarah lokal.

Akademisi FKIP Unsri, Dedi Irwanto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas guru sejarah dalam memanfaatkan kebebasan yang diberikan kurikulum berdampak untuk mengembangkan materi sejarah lokal di sekolah.

“Sejarah Dulmuluk memiliki nilai penting yang selama ini belum banyak diketahui, baik oleh masyarakat maupun para pendidik,” katanya.

Baca juga :   7 Fakta Sejarah Berdirinya Masjid Agung yang Kini Menjadi Landmark Penting di Palembang

Dulmuluk berkembang di Palembang pada awal abad ke-20, seiring munculnya berbagai kegiatan hiburan yang digelar pemerintah kolonial untuk meramaikan kota.

Inspirasi dari pertunjukan Komedi Stamboel asal Singapura kemudian melahirkan kelompok Abdulmoeloek-theater yang dipimpin Wak Nang Nong.

“Pada tahun 1910, Wak Nang Nong mengubah Syair Abdulmuluk dari tradisi lisan menjadi pertunjukan teater dengan pakem yang lebih terstruktur. Dari sanalah lahir kelompok Abdulmoeloek-theater yang kemudian mencapai masa kejayaannya,” ujar Dedi.

Baca juga :   Pimpin Rapat Perdana, Wakil Wali Kota Palembang Ingatkan ASN: Jika Tidak Sefrekuensi, Segera Pindah!

Pementasan perdana kelompok tersebut berlangsung pada 16–22 April 1910 di Guguk Tanggo Takat, sebelum akhirnya tampil dalam berbagai agenda penting, termasuk perayaan Koninginnedag pada 31 Agustus 1910 dan sejumlah pertunjukan di Gedung Societiet Palembang.

Penelitian yang dilakukannya juga menemukan bahwa kelompok Abdulmoeloek mendapat apresiasi luas dari masyarakat hingga diliput media kolonial.

Bahkan, Wak Nang Nong disebut sebagai “Toean Nang Nong, Abdulmoeloek-theater Directeur” dalam pemberitaan surat kabar Belanda saat itu.

Baca juga :   Prabumulih Percepat Pembangunan 8 Dapur SPPG Dukung Program Makan Bergizi Gratis


Sementara itu, Akadamisi, Prof Farida mengungkapkan, keprihatinannya terhadap semakin berkurangnya eksistensi Dulmuluk di tengah masyarakat.

Ia mengenang, pada era 1960 hingga 1970-an, Dulmuluk menjadi hiburan utama dalam berbagai pesta pernikahan masyarakat.

Namun kini, pertunjukan tersebut lebih banyak tampil pada acara-acara seremonial sehingga semakin jauh dari kehidupan generasi muda.

Baca juga :   Kasus DBD di Empat Lawang Meningkat, Dinkes Imbau Warga Gencarkan PSN


“Kondisi ini menjadi tanggung jawab bersama agar seni Dulmuluk kembali dikenal dan dipelajari oleh generasi muda melalui dunia pendidikan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, tim FKIP Unsri mengembangkan media pembelajaran berbasis E-Comic yang mengangkat sejarah Dulmuluk.

Media tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran sejarah lokal yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter peserta didik masa kini. (DSK)

Akademisi Unsri Budaya Sumsel Dulmuluk Sejarah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article19 Kilogram Sabu dan Ratusan Pil Ekstasi Dimusnahkan, Polisi Tangkap Belasan Tersangka
Next Article Dua Bulan, Satreskrim Polrestabes Palembang Ungkap Ratusan Kasus Curanmor, 30 Motor Disita
alwi

Related Posts

Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20262 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Regional

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,927 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,799 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,772 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?