RELUNG.ID – Peluang Sekretaris DPD Partai Golkar Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdi, menjadi calon tunggal pada Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sumsel semakin terbuka. Andie telah mengantongi dukungan penuh dari 17 DPD Partai Golkar kabupaten/kota, jauh melampaui syarat minimal dukungan untuk maju sebagai calon ketua.
Andie resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel periode 2026–2031 di Sekretariat DPD Partai Golkar Sumsel, Sabtu (1/8/2026). Berkas pencalonannya diterima Steering Committee (SC) Musda XI dan dinyatakan lengkap berdasarkan hasil pemeriksaan administrasi awal.
Ketua Steering Committee (SC) Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati, mengatakan seluruh persyaratan administrasi yang diajukan Andie telah memenuhi ketentuan organisasi.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan check list, terutama dukungan pemilik suara dari kabupaten dan kota, lengkap 17 kabupaten dan kota mendukung pencalonan Bapak Andie Dinialdi. Begitu juga seluruh formulir yang harus ditandatangani telah lengkap sehingga persyaratan ini kami terima dan akan diverifikasi oleh tim verifikator,” ujar Anita.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi setiap bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel. Selain telah menjadi kader Partai Golkar sekurang-kurangnya selama lima tahun, calon juga wajib memenuhi syarat PDLT, yakni memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela.
Tak hanya itu, setiap bakal calon juga diwajibkan mengantongi dukungan minimal 30 persen dari total pemilik hak suara yang sah dalam Musda.
Mengacu pada tata tertib Musda XI, jumlah pemilik hak suara sebanyak 23 suara. Rinciannya terdiri dari 17 suara DPD Partai Golkar kabupaten/kota, satu suara DPD Partai Golkar Sumsel, satu suara DPP Partai Golkar, satu suara Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Sumsel, satu suara Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumsel, satu suara Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sumsel, serta satu suara kolektif organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan Partai Golkar tingkat provinsi.
Dengan komposisi tersebut, syarat minimal pencalonan adalah memperoleh dukungan sedikitnya tujuh suara atau 30 persen dari total hak suara. Sementara Andie telah mengantongi dukungan dari seluruh 17 DPD kabupaten/kota, atau sekitar 74 persen dari total pemilik hak suara.
Perolehan dukungan itu membuat posisi Andie sangat kuat menjelang pelaksanaan Musda XI. Bahkan, apabila hingga penutupan pendaftaran tidak ada kandidat lain yang memenuhi syarat dukungan minimal, peluang Andie ditetapkan sebagai calon tunggal dan terpilih secara aklamasi semakin terbuka.
Meski demikian, Anita menegaskan proses pencalonan belum berakhir. Seluruh berkas masih akan diverifikasi oleh tim verifikator sebelum ditetapkan sebagai calon resmi.
“Hasil pemeriksaan administrasi ini akan kami laporkan dalam pleno Steering Committee untuk selanjutnya disampaikan kepada pimpinan sidang sesuai tahapan Musda,” katanya.
Anita juga memastikan panitia tetap membuka pendaftaran bakal calon hingga batas waktu yang telah ditentukan, yakni Sabtu (1/8/2026) pukul 23.59 WIB.
“Penyerahan berkas kami tutup hari ini sampai pukul 23.59 WIB. Kalau memang masih ada yang ingin mendaftar, silakan. Kami tetap membuka pendaftaran sesuai jadwal. Soal dukungannya dari mana, itu menjadi tanggung jawab masing-masing bakal calon,” ujarnya.
Sementara itu, Andie Dinialdi menegaskan pencalonannya bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan sebagai bentuk pengabdian untuk membesarkan Partai Golkar di Sumatera Selatan.
“Saya telah mengembalikan formulir pendaftaran dan siap mengikuti seluruh proses yang menjadi ketentuan organisasi. Semua ini saya jalani dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Ini bukan semata-mata untuk jabatan, tetapi merupakan komitmen untuk kebesaran dan pengabdian kepada Partai Golkar,” kata Andie.
Ia berharap Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel dapat berlangsung lancar, demokratis, serta tetap mengedepankan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di internal partai.
“Hari ini kami bersama Ketua-Ketua DPD dari 17 kabupaten dan kota serta organisasi Hasta Karya. Yang hadir bukan sekadar pendukung, tetapi seluruhnya merupakan kader Partai Golkar,” pungkasnya. (DSK)

