RELUNG.ID – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mulai menyusun pemetaan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) sebagai langkah memperkuat perlindungan dan pelestarian warisan budaya daerah.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), budayawan, serta seniman. Penyusunan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang mencakup objek seperti tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.
Kepala Disbudpar Muratara, Hosia, mengatakan rapat tersebut merupakan pertemuan kedua dalam rangka menyusun dokumen PPKD secara komprehensif.
Menurutnya, penyusunan PPKD membutuhkan keterlibatan lintas sektor agar data kebudayaan yang dihasilkan akurat dan dapat dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan daerah.
“Rapat ini melibatkan sejumlah OPD seperti Dinas Sosial, Bappenda, Dinas Pendidikan, Diskominfo, serta instansi terkait lainnya agar penyusunan data kebudayaan dilakukan secara terpadu,” ujar Hosia, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, pendataan tersebut bertujuan menghasilkan data resmi mengenai objek pemajuan kebudayaan yang dimiliki Muratara. Data itu nantinya akan menjadi dasar pengusulan perlindungan hukum, pencatatan, hingga pengurusan hak kekayaan intelektual terhadap warisan budaya daerah.
Selain itu, hasil penyusunan PPKD akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“Harapannya ada sinkronisasi mulai dari tingkat desa, kabupaten hingga pemerintah pusat sehingga program pemajuan kebudayaan berjalan terarah, komprehensif, dan terintegrasi,” katanya.
Hosia menegaskan, tujuan akhir dari penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah bukan hanya mendokumentasikan budaya, tetapi juga menjaga identitas budaya Muratara agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (LTM)

