RELUNG.ID – Upaya mempercepat rehabilitasi hutan dan lahan di Indonesia memasuki babak baru.
Pemerintah resmi mengoperasikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (7/8/2026).
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung penyediaan bibit berkualitas untuk mendukung gerakan penanaman pohon secara masif di Pulau Sumatera.
Peresmian dilakukan Menteri Kehutanan bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, pimpinan Komisi IV DPR RI, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, kepala daerah se-Sumsel, serta berbagai pemangku kepentingan dari sektor swasta.
Keberadaan pusat persemaian tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong gerakan penanaman ratusan juta pohon sekaligus memperkuat jaringan persemaian modern di berbagai daerah sebagai fondasi rehabilitasi lingkungan.
Berdiri di atas lahan seluas 60 ribu meter persegi, Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo memiliki kapasitas produksi mencapai 5 hingga 10 juta bibit setiap tahun.
Bibit yang diproduksi tidak hanya berupa tanaman kayu, tetapi juga tanaman serbaguna atau Multi Purpose Tree Species (MPTS) dan tanaman estetika yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan kawasan, rehabilitasi lahan kritis, hingga pengembangan agroforestri.
Keunggulan fasilitas ini tidak hanya terletak pada kapasitas produksinya, tetapi juga penerapan sistem persemaian modern yang dirancang untuk menghasilkan bibit berkualitas tinggi dengan tingkat keberhasilan tanam yang lebih baik.
Pusat persemaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, APP Group, serta PT PLN.
Dalam pembangunannya, APP Group memberikan dukungan terhadap pembangunan fasilitas persemaian, Kementerian PU membangun sistem penyiraman (watering system), sementara PLN menyediakan infrastruktur kelistrikan untuk menunjang operasional.
Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bentuk dukungan terhadap agenda pelestarian lingkungan yang dijalankan pemerintah.
“Sebagai bagian dari dunia usaha, APP Group menyadari bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki arah dan kebijakan, sementara dunia usaha memiliki ruang untuk memperkuat implementasinya melalui kolaborasi,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo menjadi wujud kemitraan strategis yang diharapkan mampu mempercepat program rehabilitasi hutan dan lahan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bibit berkualitas.
“Bibit yang diproduksi di pusat persemaian ini akan disalurkan secara gratis kepada masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan penghijauan. Penerima manfaat meliputi kelompok masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, TNI, Polri, Pramuka, hingga komunitas lingkungan,”kata dia.
Selain menjadi pusat produksi bibit, keberadaan Persemaian Sriwijaya Kemampo juga diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan teknologi persemaian modern yang mampu mendukung target rehabilitasi hutan dan pengurangan lahan kritis di Sumatera Selatan maupun wilayah sekitarnya.
Rangkaian peresmian turut diisi dengan penandatanganan komitmen bersama para kepala daerah kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan untuk mendukung gerakan penanaman pohon, penyerahan bibit kepada mitra, serta peninjauan langsung fasilitas persemaian yang kini telah siap beroperasi secara penuh.[THQ]

