RELUNG.ID — Festival Perahu Bidar Tradisional dan Perahu Hias Palembang tahun ini hadir dengan wajah berbeda. Jika biasanya perlombaan digelar di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), tahun ini masyarakat akan menyaksikan adu cepat perahu tradisional tersebut dari kawasan Plaza 7 Ulu, eks Kapitan Resto, Senin (17/8/2026).
Pemindahan lokasi dilakukan karena kawasan BKB masih dalam proses revitalisasi. Meski berpindah tempat, Pemerintah Kota Palembang memastikan perpindahan tersebut tidak mengurangi kemeriahan festival yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan Festival Bidar merupakan salah satu agenda penting dalam menjaga tradisi sekaligus menghidupkan kembali budaya masyarakat Palembang di tengah perkembangan zaman.
“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Festival Bidar 2026 akan dipusatkan di Plaza 7 Ulu, tepatnya di eks Kapitan Resto. Ini karena kawasan BKB saat ini masih dalam proses revitalisasi,” kata Dewa kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Dewa, perpindahan lokasi justru menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati festival dari sudut Sungai Musi yang berbeda.
Ia mengajak masyarakat datang langsung menyaksikan perlombaan bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.
“Mari kita dukung dan saksikan langsung keseruannya bareng keluarga, tetangga atau pasangan. Festival ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga pesta rakyat dan bagian dari pelestarian budaya Palembang,” ujarnya.
Puncak Festival Bidar 2026 akan berlangsung pada Senin (17/8/2026), mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Sekitar 10 timakan ambil bagian dalam perlombaan perahu bidar tradisional. Mereka akan beradu kecepatan di jalur Sungai Musi yang telah disiapkan panitia.
Bagi Pemkot Palembang, perlombaan tersebut bukan sekadar tontonan. Festival Bidar menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali tradisi khas Palembang kepada generasi muda sekaligus mempertahankan keberadaan budaya yang telah tumbuh bersama masyarakat Sungai Musi.
“Ini bukan sekadar lomba dayung. Ini ajang silaturahmi, pesta rakyat, dan bukti bahwa budaya Palembang tetap hidup di arus Sungai Musi,” kata Dewa.
Untuk memastikan perlombaan berlangsung aman, Pemkot Palembang telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi.
Koordinasi dilakukan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan, Satpol PP hingga kepolisian.
Selama perlombaan berlangsung, area yang menjadi lintasan bidar akan disterilkan dari aktivitas kapal lain.
“Kami sudah koordinasi dengan KSOP, Dishub, Satpol PP, dan kepolisian. Area lomba akan disterilkan dari kapal selama acara berlangsung,” ujarnya.
Pengamanan juga tidak hanya dilakukan di darat. Petugas kesehatan dan ambulans, termasuk ambulans sungai, akan disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama festival.[THQ]

