Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Gagal ke Nasional Tak Mematahkan Langkah Anastasya, Justru Bawa Baki Merah Putih di Sumsel
Regional

Gagal ke Nasional Tak Mematahkan Langkah Anastasya, Justru Bawa Baki Merah Putih di Sumsel

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda17/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Anastasya Shafina Sastradiredja saat membawa baki di peringatan Hari Kemerdekaan RI di Griya Agung Palembang. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kegagalan menembus Paskibraka tingkat nasional tidak membuat langkah Anastasya Shafina Sastradiredja terhenti. Siswi SMA IT Harapan Mulia Palembang itu justru mendapat kepercayaan besar sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Griya Agung Palembang, Senin (17/8/2026).

Bagi Anastasya, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir dari perjuangan. Setelah sempat menjadi calon Paskibraka tingkat nasional namun belum berhasil lolos, ia kembali bangkit dan menjalani seluruh proses seleksi hingga akhirnya terpilih sebagai bagian dari Tim Paskibraka Sumatera Selatan.

“Menjadi calon nasional walaupun gagal, namun Alhamdulillah saya bisa terpilih menjadi pembawa baki di provinsi. Itu sudah sangat membanggakan bagi saya,” kata Anastasya saat ditemui di Griya Agung, Senin (17/8/2026).

Anastasya lahir di Palembang pada 12 Juli 2010. Ia merupakan putri dari Rindra Setyawan dan Ipda Ica Permatasari. Darah pengabdian kepada negara juga mengalir dari keluarganya. Sejumlah anggota keluarganya pernah menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi maupun nasional.

Dari lingkungan keluarga itulah ketertarikan Anastasya terhadap Paskibraka mulai tumbuh. Ia mengenal dunia Paskibraka sejak duduk di kelas 6 SD.

Minat tersebut kemudian diwujudkannya melalui berbagai kegiatan di sekolah. Saat SMP, ia mulai aktif dalam kegiatan pengibaran bendera. Memasuki jenjang SMA, Anastasya memberanikan diri mengikuti seleksi Paskibraka.

“Saya mulai mengenal Paskibraka sejak kelas 6 SD. Lalu bertahap dari SMP mulai mengibarkan bendera di sekolah, hingga saat SMA saya mendaftar menjadi Paskibraka,” ujarnya.

Pengalaman berorganisasi juga menjadi modal baginya. Anastasya pernah dipercaya sebagai Ketua OSIS SMP IT Harapan Mulia Palembang. Ia juga memiliki ketertarikan pada dunia pidato dan public speaking.

Menjadi Paskibraka tidak hanya membutuhkan kemampuan baris-berbaris. Anastasya harus mempersiapkan fisik, mental, sekaligus pengetahuan kebangsaan.

Ia rutin menjalani latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), pembinaan fisik, hingga mempelajari materi Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Berbagai referensi mengenai Paskibraka juga dipelajarinya untuk memperkuat persiapan.

Menurut Anastasya, pengalaman menjadi Paskibraka memberikan pelajaran lebih dari sekadar menjalankan tugas dalam upacara. Proses latihan membuatnya belajar mengenai disiplin, kerja sama, sekaligus bagaimana mengendalikan diri ketika berada di bawah tekanan.

Selama karantina dan pelatihan, ia juga bertemu dengan anggota Paskibraka dari berbagai kabupaten dan kota di Sumsel. Pertemuan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan.

“Serunya menjadi Paskibraka tentunya mendapatkan lingkungan dan suasana baru. Banyak menguji mental karena latihan cukup intens, dan kita juga menemukan banyak teman baru dari kabupaten dan kota lain,” katanya.

Namun, perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terberat yang dirasakannya adalah harus berjauhan dengan keluarga selama menjalani karantina.

Latihan yang intens juga menguras tenaga dan mental. Meski begitu, dukungan dari keluarga serta semangat untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan membuat Anastasya mampu bertahan hingga mendapat kepercayaan membawa baki.

“Perasaan saya terpilih menjadi pembawa baki tentunya sangat bangga dan terharu karena selama pelatihan ini juga melewati latihan yang cukup berat,” tuturnya.

Bagi Anastasya, membawa baki Bendera Merah Putih bukan sekadar tugas dalam sebuah upacara. Momen tersebut menjadi kebanggaan karena ia dapat membawa nama sekolah sekaligus mempersembahkan pencapaian kepada kedua orang tuanya.

Pengalaman sebagai Paskibraka juga semakin memperkuat cita-citanya untuk mengabdi kepada negara. Setelah menyelesaikan pendidikan, Anastasya bercita-cita masuk Akademi Kepolisian (Akpol), mengikuti jejak sang ibu yang merupakan seorang polisi wanita.

Ia ingin menjadikan pengalaman selama menjadi Paskibraka sebagai bekal untuk mewujudkan cita-cita tersebut, terutama dalam hal disiplin, ketahanan mental dan kemampuan bekerja dalam tim.

Anastasya juga mengajak generasi muda yang memiliki keinginan menjadi Paskibraka agar tidak takut menghadapi kegagalan. Baginya, kegagalan dalam satu tahapan bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

“Untuk anak muda yang ingin menjadi Paskibraka tentunya tetap semangat, belajar, tekun dan giat, disiplin dalam waktu, serta bagus dalam bersikap,” pesannya.[THQ]

Kemerdekaan Pembawa baki Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenkeu Pastikan Dana Penanganan Gempa NTT Aman, BNPB Siapkan Rp5 Triliun
Next Article Terungkap! WNA India Diduga Olah 30 Kg Material Emas per Hari untuk Diselundupkan
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,863 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,738 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,711 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?