RELUNG.ID– Beras premium kemasan 5 kilogram semakin sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional maupun pasar modern di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Kelangkaan beras kemasan tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Kondisi ini terjadi karena pasokan dari tingkat supplier semakin terbatas, sementara harga yang ditawarkan telah menyentuh Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pelaku usaha mengaku kesulitan menjual beras dengan harga tersebut karena tidak lagi memiliki ruang untuk memperoleh margin keuntungan.
Harga beras kemasan 5 kilogram di tingkat supplier saat ini disebut telah mencapai sekitar Rp74.500 per kemasan.
Duty Manager Diamond Palembang, Suminto, mengatakan pasokan beras premium kemasan 5 kilogram saat ini mengalami penurunan drastis dibandingkan kondisi normal.
Ia mencontohkan beras merek Raja yang biasanya dipasok hingga sekitar 500 karung kemasan 5 kilogram. Namun, kini jumlah yang diterima kurang dari 50 karung dan itu pun bergantung pada ketersediaan di tingkat supplier.
“Pasokan beras kemasan 5 kilogram sangat berkurang dari biasanya. Untuk beras Raja yang biasanya 500 karung kemasan 5 kilogram, sekarang kurang dari 50 karung, itu pun kalau kebagian di tingkat supplier,” kata Suminto, Jumat (28/8/2026).
Menurut Suminto, kondisi tersebut membuat stok beras kemasan 5 kilogram di tokonya turun cukup signifikan. Jika sebelumnya pasokan mencapai sekitar 4 ton per bulan, kini hanya sekitar 1 ton.
Bahkan, dalam beberapa hari terakhir pengiriman beras kemasan 5 kilogram dari supplier terhenti total.
“Untuk beberapa hari ini beras kemasan 5 kilogram stop total, tidak ada lagi pengiriman dari supplier. Stok beras lokal 5 kilogram seperti Raja, Selancar, Topi Koki, semuanya habis, tidak tersedia,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, pihak Diamond Palembang terpaksa mencari pasokan dari luar daerah.
Beras kemasan 5 kilogram seperti merek Tiga Putri dan Dua Burung didatangkan langsung dari Jakarta. Beras tersebut kemudian dijual dengan harga sekitar Rp100.000 per kemasan.
Langkah itu dilakukan agar konsumen tetap memiliki pilihan beras kemasan 5 kilogram di tengah terbatasnya pasokan dari supplier lokal.
Selain pasokan yang menurun, harga beras juga mengalami kenaikan. Suminto mengatakan beras kemasan 5 kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp76.800 per kemasan kini naik menjadi lebih dari Rp80.000.
Sementara itu, beras kemasan 10 kilogram dijual sekitar Rp186.000 per kemasan, sedangkan kemasan 20 kilogram mencapai Rp298.000.
Kelangkaan beras kemasan 5 kilogram turut dirasakan masyarakat. Salah seorang warga, Endah, mengatakan ukuran tersebut sebenarnya cukup ideal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama sekitar satu minggu.
Namun, karena sulit ditemukan, ia terpaksa membeli beras dalam ukuran kilogram.
“Ya kalau kondisi seperti ini mau tidak mau kita beli beras per kilogram saja dengan kualitas beras yang sama, misalnya Selancar. Sekarang kita beli yang kiloan saja,” katanya.
Menurut Endah, kemasan 5 kilogram lebih praktis karena sesuai dengan kebutuhan rumah tangga dalam waktu singkat. Ia juga khawatir kualitas beras menurun jika menyimpan terlalu banyak dalam waktu lama.
Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan kondisi masyarakat, terutama terkait ketersediaan beras dengan harga yang terjangkau.
“Sebagai warga saya berharap pemerintah lebih melihat masyarakat ke bawah biar tahu kondisi saat ini. Memang ada beras pemerintah, tapi itu tadi kualitasnya kurang memuaskan,” ujarnya.[YKP]

