RELUNG.ID-Sejak satu bulan terakhir, penjualan beras premium di sejumlah ritel modern di Palembang dibatasi.
Pembatasan ini merupakan imbas dari aksi protes distributor beras yang menolak larangan peredaran beras oplosan oleh pemerintah.
Jenis beras premium yang terdampak antara lain merek Senia, Laris, dan Fortune. Konsumen kini hanya diperbolehkan membeli maksimal dua karung untuk ukuran 5 kg, satu karung untuk ukuran 10 kg, dan satu karung untuk ukuran 20 kg per hari.
Duty Manager Diamond Soma Palembang, Suminto, menjelaskan pihaknya hanya mengikuti kebijakan pemerintah.
“Kami hanya mengikuti ketentuan pemerintah terkait pembatasan penjualan, baik harga tertinggi, kualitas, berat, maupun distribusi beras,” ujarnya saat ditemui, Rabu (27/8/2025).
Suminto menambahkan, pasokan beras premium dari distributor sebenarnya cukup, namun karena proses penyesuaian aturan larangan beras oplosan belum selesai, distributor menahan distribusi. Akibatnya, pasokan beras ke ritel menurun.
“Biasanya setiap minggu masuk 10 ton, sekarang hanya 7 ton, turun sekitar 3 ton per minggu,” jelasnya.
Meski ada pembatasan jumlah pembelian, ia memastikan ketersediaan beras tetap aman dan harga tidak mengalami kenaikan. Diamond tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Saat ini, harga beras premium di Diamond antara lain merk Selancar Lokal 10 kg Rp149 ribu, Selancar Mantul 10 kg Rp149 ribu, Senia 10 kg Rp147 ribu, Fortune 10 kg Rp146 ribu, dan JAP 10 kg Rp149 ribu.
“Stok aman, distribusi tetap berjalan. Hanya pembelian yang kami batasi, harganya juga tetap stabil,” tegas Suminto.[CKM]

