RELUNG.ID – WhatsApp mulai menguji fitur baru bernama Scam Alert atau Peringatan Penipuan kepada sejumlah pengguna Android yang terdaftar dalam program beta.
Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengenali pesan dari nomor tidak dikenal yang terindikasi sebagai penipuan.
Fitur Peringatan Penipuan sebelumnya diketahui tengah dikembangkan WhatsApp sejak Juni 2026. Meta kemudian secara resmi mengungkap keberadaan fitur tersebut sekitar dua pekan lalu.
Meski WhatsApp belum mengumumkan jadwal peluncuran Scam Alert untuk seluruh pengguna, kehadirannya di versi beta menjadi indikasi bahwa fitur tersebut semakin dekat dengan rilis publik.
Informasi ini pertama kali ditemukan oleh WABetaInfo pada WhatsApp Beta versi 2.26.34.1 untuk Android.
Sesuai namanya, Scam Alert akan memberikan peringatan kepada pengguna ketika WhatsApp mendeteksi pesan masuk dari pengirim yang tidak dikenal dan memiliki indikasi penipuan.
Peringatan tersebut dirancang agar dapat muncul tanpa memberi tahu pengirim bahwa penerima menggunakan fitur Scam Alert.
Setelah menerima peringatan, pengguna dapat menentukan tindakan terhadap percakapan tersebut. Pengguna bisa menandai pengirim sebagai orang tepercaya atau memilih untuk memblokir dan melaporkannya.
Jika pengguna memilih menandai percakapan sebagai tepercaya, WhatsApp juga memberikan opsi untuk membagikan hingga lima pesan terakhir dari percakapan tersebut.
Data itu dapat digunakan untuk membantu meningkatkan akurasi sistem dalam mendeteksi potensi penipuan.
Scam Alert merupakan fitur opsional sehingga tidak langsung aktif secara otomatis. Pengguna Android yang mendapatkan fitur ini perlu mengaktifkannya secara manual melalui menu Pengaturan > Akun di aplikasi WhatsApp.
Meta menjelaskan bahwa Scam Alert menggunakan model pembelajaran mesin (machine learning) yang berjalan langsung di perangkat untuk mengidentifikasi potensi pesan penipuan.
“Fitur baru dan opsional yang menjalankan model pembelajaran mesin pada perangkat untuk memperingatkan pengguna mengenai potensi pesan penipuan,” jelas Meta dalam keterangan resminya.
Meta juga menegaskan bahwa isi pesan tidak dikirim keluar dari perangkat untuk proses klasifikasi maupun dilaporkan secara otomatis kepada WhatsApp, Meta, atau pihak lain.
Dengan mekanisme tersebut, Scam Alert tetap dirancang untuk melengkapi sistem enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) WhatsApp. Pengguna juga tetap memiliki kendali untuk mengaktifkan atau menonaktifkan peringatan tersebut. (LWM)

