Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Gubernur Herman Deru Ingatkan Ancaman Karhutla, Perusahaan Pemegang Konsesi Diminta Bertanggung Jawab

11/10/2026

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Lahan Gambut di Kebun Raya Ogan Ilir Terbakar, Api Sulit Dipadamkan
Regional

Lahan Gambut di Kebun Raya Ogan Ilir Terbakar, Api Sulit Dipadamkan

alwiBy alwi04/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Suasana Kebun Raya di Ogan Ilir terbakar. (Dok Manggala Agni)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kebakaran yang melanda kawasan Kebun Raya di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjadi tantangan serius bagi tim pemadam, Jumat (4/9/2026).

Kondisi tanah gambut di lokasi membuat api sulit dituntaskan dan asap berpotensi terus mengepul meski kobaran api di permukaan mulai mereda.

Baca juga :   Program 100 Hari Kerja, Tiga Makam Raja Palembang Akan Direvitalisasi

Kementerian Kehutanan mengerahkan dua regu Manggala Agni untuk menangani kebakaran tersebut. Satu regu berasal dari Daops Banyuasin, Sumatera Selatan, sementara satu regu lainnya didatangkan dari Sarolangun, Jambi.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan karakteristik lahan gambut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.

Menurutnya, api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi dapat menjalar ke lapisan gambut di bawah tanah. Bahkan, kedalaman gambut yang terbakar di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar satu meter.

Baca juga :   Polres Pagar Alam Gelar Apel Siaga dan Patroli Besar, Antisipasi Potensi Gangguan Keamanan

Kondisi itu membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran di lahan mineral.

“Tanahnya bersifat gambut sehingga susah dipadamkan. Bahkan ke dalam gambut di wilayah tersebut sekitar satu meter, jadi susah menghilangkan asap,” ujar Ferdian.

Ferdian menjelaskan, karakter gambut yang mudah terbakar membuat kebakaran berisiko meluas apabila tidak segera dikendalikan. Api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul di titik lain.

Baca juga :   Hujan Mengguyur, Kabut Asap Masih Memburuk, Dana Penanganan Karhutla Rp100 Miliar Dipertanyakan

Selain memperluas area terdampak, kebakaran gambut juga menghasilkan asap dalam jumlah besar. Karena itu, proses pemadaman tidak cukup hanya dengan mengatasi api yang terlihat dari permukaan.

Tim Manggala Agni harus memastikan bara dan titik api di dalam lapisan gambut benar-benar padam agar kebakaran tidak kembali menyala.

Dengan luas area yang terbakar dan kondisi gambut yang cukup dalam, proses pemadaman diperkirakan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Baca juga :   10.400 Ton Garam Disemai di Langit Banyuasin, OKI, dan Muba untuk Modifikasi Cuaca

“Perhitungannya bisa beberapa hari selesainya kalau seluas itu,” katanya.

Untuk diketahui, Kebun Raya Sriwijaya merupakan kebun raya lahan basah gambut pertama di Asia Tenggara yang terletak di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dengan luasan 100 hektare

Kebun Raya Sriwijaya berfungsi sebagai pusat penelitian, rehabilitasi, dan penyelamatan keanekaragaman hayati flora khas ekosistem lahan basah serta hutan gambut. Tak hanya itu, berbagai jenis tanaman obat, tanaman hias, dan vegetasi rawa juga ada di sana

Baca juga :   Karhutla di OKI Makin Meluas, Tiga Helikopter Dikerahkan

Bahkan terdapat embung konservasi, rumah pewarna alami (untuk kain ecoprint), taman tematik, hingga rumah terbalik. (THQ)

Gambut Karhutla Kebun Raya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKabur Usai Kepergok Curi Motor, Pelaku Curanmor di Palembang Tusuk Pengendara yang Melintas
Next Article Jambret HP Siswi di Jalan Durian Lubuklinggau, Pelaku Dikejar Korban Hingga Ditangkap Warga
alwi

Related Posts

Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20261 Views
Regional

Gubernur Herman Deru Ingatkan Ancaman Karhutla, Perusahaan Pemegang Konsesi Diminta Bertanggung Jawab

11/10/20261 Views
Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,924 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,796 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,769 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?