Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»BMKG Ungkap Penyebab OMC di Sumsel Belum Mampu Pancing Hujan Deras
Regional

BMKG Ungkap Penyebab OMC di Sumsel Belum Mampu Pancing Hujan Deras

alwiBy alwi28/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto (kanan) didampingi Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan sekaligus Koordinator BMKG Provinsi Sumsel Wandayantolis, (kiri). (Dok BMKG)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) belum mampu menghasilkan hujan dengan intensitas signifikan meski telah berlangsung selama tujuh hari yang di mulai 22-28 Agustus 2026.

Kondisi tersebut terjadi karena operasi dilakukan bersamaan dengan puncak musim kemarau, ketika ketersediaan awan hujan menjadi terbatas.

Baca juga :   PALI Tetapkan Siaga Karhutla, Enam Daerah di Sumsel Kini Waspada Hadapi Puncak Kemarau

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, menjelaskan OMC pada dasarnya tidak dapat menciptakan awan hujan dari kondisi atmosfer yang tidak mendukung.

Operasi ini bekerja dengan memanfaatkan awan potensial yang telah terbentuk secara alami untuk kemudian dioptimalkan agar proses pembentukan hujan berlangsung lebih efektif.

“Pelaksanaan OMC diarahkan untuk mengoptimalkan awan potensial hujan yang telah terbentuk secara alami, melalui penyemaian bahan semai berupa NaCl pada awan target yang memenuhi kriteria operasional,” jelas Siswanto, Jumat (28/8/2026).

Baca juga :   Perkiraan Cuaca Palembang  Pagi Cerah Berawan dan Sore kembali Hujan

Siswanto menjelaskan, keberhasilan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Beberapa faktor yang dibutuhkan antara lain suhu muka laut yang relatif hangat, kelembapan udara yang cukup tinggi pada lapisan bawah hingga menengah, serta kondisi atmosfer yang labil.

Kombinasi tersebut dibutuhkan agar awan konvektif dapat tumbuh dan berkembang sehingga memiliki potensi menghasilkan hujan.

“Namun, kondisi Sumsel saat ini berada pada puncak musim kemarau. Situasi tersebut membuat potensi pertumbuhan awan hujan tidak selalu tersedia dalam jumlah dan karakteristik yang ideal untuk dilakukan penyemaian,”kata dia.

Baca juga :   LBH Bima Sakti Tanggapi Pernyataan Warek I UMP Soal Kasus Pelecehan Seksual saat KKN

Siswanto menyebutkan penyemaian dilakukan dengan menyasar sejumlah wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan, di antaranya Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Muara Enim.

“Pada pelaksanaan hari pertama, pertumbuhan awan potensial hujan terpantau cukup baik di sekitar OKI dan Ogan Ilir,” kata dia.

Awan-awan tersebut kemudian menjadi target penyemaian karena dinilai memiliki karakteristik yang memungkinkan proses modifikasi cuaca dilakukan.

Baca juga :   Satu Kantor Desa di Muara Enim Rusak Dihantam Puting Beliung, Aktivitas Kerja Pindah di Bawah Rumah

Siswanto mengatakan, pergerakan awan juga menjadi faktor penting dalam menentukan wilayah yang berpotensi mendapatkan dampak dari OMC.

Berdasarkan pemantauan arah dan kecepatan angin pada lapisan yang berkaitan dengan pergerakan awan, massa udara dan awan dari wilayah sasaran secara umum bergerak ke arah barat laut.

Pola tersebut membuat sebagian awan yang tumbuh di OKI dan Ogan Ilir berpotensi bergerak menuju Kota Palembang dan wilayah sekitarnya.

Baca juga :   BMKG: Tiga Wilayah Diprediksi Berpotensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Namun, awan yang telah disemai tetap dipengaruhi kondisi atmosfer sepanjang perjalanannya. Pertumbuhan awan dan proses pembentukan hujan dapat berubah sesuai kondisi yang dilewati.

“Hujan yang terjadi selama pelaksanaan OMC di wilayah target maupun daerah sekitarnya belum menunjukkan intensitas yang signifikan.

Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi atmosfer yang masih berada dalam periode puncak musim kemarau, “kata dia.

Baca juga :   Hujan Mulai Redakan Kekeringan Sumsel, BMKG Ungkap Peran OMC

Meski demikian, OMC tetap memiliki peluang untuk membantu mengoptimalkan proses presipitasi dari awan yang sudah terbentuk.

“Penyemaian dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi proses mikrofisika di dalam awan sehingga proses pembentukan butir air, penggabungan partikel air, dan presipitasi dapat berlangsung lebih optimal,” ujarnya.

Dengan kata lain, OMC bukanlah cara untuk mendatangkan hujan secara instan. Teknologi tersebut hanya berupaya memaksimalkan potensi hujan dari awan yang memang tersedia dan memenuhi kriteria untuk disemai.

Baca juga :   Terdeteksi Karhutla, Izin Usaha 10 Perusahaan Perkebunan di Sumsel Terancam Dicabut

Di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel, upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah rawan kebakaran.

Selain membantu membasahi lahan, hujan yang turun juga diharapkan dapat berkontribusi mengurangi dampak kabut asap yang menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Palembang.

“OMC dalam hal ini berpotensi memberikan kontribusi dalam mengoptimalkan proses presipitasi pada awan yang telah tersedia dengan harapan mengendalikan dampak kabut asap,” tutupnya. (THQ)

BMKG Karhutla OMC
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGoogle Perluas AI Mode, Bisa Pantau Harga Tiket Pesawat hingga Pesan Hotel
Next Article 4UR Tennis Competition Seri 3 Digelar di Palembang, Pemain Beginner Berebut Tiket ke Seri Master
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,891 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,764 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,737 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?