Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Lahan Terbengkalai Jadi Sumber Karhutla, Sumsel Siapkan 977 Hektare Cetak Sawah
Regional

Lahan Terbengkalai Jadi Sumber Karhutla, Sumsel Siapkan 977 Hektare Cetak Sawah

alwiBy alwi05/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Buapti Muba Toha saat meninjau titik karhutla di Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Jumat (4/9/2026). (Dok Humas Pemprov Sumsel)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan strategi berbeda untuk menekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni mengubah lahan terbengkalai menjadi kawasan pertanian produktif.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan langkah tersebut salah satunya diarahkan ke Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang selama ini masuk wilayah dengan potensi karhutla tinggi.

Baca juga :   Gagal Kerja, Dua Pria Jalan Kaki Ratusan Kilometer Pulang ke Bandung

Menurut Deru, kondisi lahan yang tidak dikelola menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, lahan tersebut perlu diubah menjadi kawasan produktif yang terus dirawat dan dimanfaatkan masyarakat.

“Saya tadi ke Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Muba. Itu daerah yang potensi karhutlanya sangat tinggi, sama dengan di Muara Medak Bayung Lencir. Penyebabnya salah satunya lahan terbengkalai,” ujar Deru usai meninjau titik karhutla di Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Jumat (4/9/2026).

Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah mencetak sawah baru dengan luasan mencapai 977 hektare di Desa Tanjung Agung Timur.

Baca juga :   Diprediksi Hujan Deras, Empat Wilayah di Sumsel Diminta Waspadai

Deru mengatakan program tersebut memiliki dua sasaran sekaligus. Selain memperkuat produksi pangan, pemerintah ingin memastikan lahan yang selama ini tidak termanfaatkan dapat dikelola secara rutin.

“Kita cetak sawah untuk desa itu saja 977 hektare. Target kita meningkatkan produktivitas pangan. Kita harapkan Muba bisa jadi daerah penyangga lumbung pangan Sumsel,” katanya.

Menurut Deru, pemanfaatan lahan menjadi sawah diharapkan mampu mengubah pola pengelolaan kawasan. Lahan yang sebelumnya dibiarkan terbengkalai akan memiliki aktivitas pertanian yang berlangsung secara berkelanjutan.

Baca juga :   Pelaku Pembunuhan Pria 65 Tahun di Palembang Diringkus Saat Jadi Buruh Bangunan

Namun, tantangan lainnya adalah kebiasaan masyarakat setempat yang selama ini lebih banyak mengandalkan perkebunan.

“Memang habit masyarakat di sana berkebun, bukan bersawah. Tetapi kalau disediakan lahan sawah dan bisa mencapai tiga kali panen, masyarakat akan terpancing menjadi petani sawah,” jelasnya.

Deru menilai pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan melalui patroli maupun pemadaman ketika api sudah muncul. Pengelolaan lahan juga menjadi bagian penting dari strategi pencegahan.

Baca juga :   H-3 Lebaran, Bus AKAP dan Mobil Pribadi Mulai Dominasi Jalinteng Empat Lawang

Menurutnya, lahan yang aktif dimanfaatkan dan dirawat akan lebih mudah diawasi dibandingkan kawasan yang dibiarkan tanpa aktivitas.

“Kalau tanah terawat, maka akan bebas karhutla,” tutupnya. (THQ)

Gubernur Sumsel Herman Deru Karhutla Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRatusan Prajurit Terjun Payung Ramaikan Super Garuda Shield 2026 di OKU Timur
Next Article Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Bus Damri Tabrak Bus ALS di Tol Palindra
alwi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,001 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,871 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,843 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?