Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Hotspot Sumsel Tembus 1.737 Titik, Menhut: Karhutla Belum Berakhir
Regional

Hotspot Sumsel Tembus 1.737 Titik, Menhut: Karhutla Belum Berakhir

alwiBy alwi16/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Penurunan titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan belum menjadi tanda karhutla berakhir. Setelah sempat berada di kisaran ratusan titik, jumlah hotspot kembali melonjak hingga 1.737 titik hanya dalam sehari.

Berdasarkan data Sipongi pada 14 September 2026, sebanyak 1.737 hotspot terpantau di Sumsel. Sebanyak 937 titik berada di lahan mineral dan 800 titik lainnya terdeteksi di lahan gambut.

Baca juga :   Helikopter Dikerahkan Jinakkan Karhutla 6 Hektare di OKI yang Belum Padam

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan lonjakan tersebut terjadi setelah dalam beberapa hari sebelumnya jumlah hotspot masih berada di kisaran ratusan.

“Terjadi peningkatan hotspot yang cukup signifikan, setelah beberapa hari berada di kisaran ratusan titik. Kemarin (14/9) terpantau melonjak menjadi 1.737 titik. Dengan 937 titik terpantau di lahan mineral dan 800 titik di lahan gambut,” ujar Sudirman, Selasa (15/9/2026).

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 570 titik. Rinciannya, 262 titik berada di lahan mineral dan 308 titik di lahan gambut.

Baca juga :   Penurunan Signifikan Jumlah Hotspot di Sumsel Setelah Hujan

Kemudian Muara Enim mencatat 342 titik, terdiri dari 115 titik di mineral dan 227 titik di gambut. Banyuasin menyusul dengan 261 titik, yakni 65 titik di mineral dan 196 titik di gambut.

Sementara itu, OKU Timur mencatat 115 hotspot dan Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 104 titik, dengan 79 titik berada di lahan mineral dan 25 titik di lahan gambut.

“Hotspot kemarin terdeteksi di 15 kabupaten/kota, hanya Palembang dan Lubuklinggau yang nihil,” katanya.

Lonjakan harian tersebut menjadi perhatian karena Sumsel masih berada dalam puncak musim kemarau. Bahkan, akumulasi hotspot sejak 1 hingga 14 September 2026 telah mencapai 14.125 titik.

Baca juga :   Langgar Aturan Parkir, Kendaraan di Mapolda Sumsel Ditindak Tegas

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam catatan rekapitulasi hotspot bulanan sejak 2015. Rekor sebelumnya terjadi pada Oktober 2015 dengan 11.584 titik.

“Tahun ini jumlah hotspot melonjak drastis karena puncak kemarau di El Nino yang panjang,” tukasnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan penurunan hotspot yang sempat terjadi tidak berarti ancaman karhutla telah berakhir. Menurutnya, cuaca kering masih berpotensi berlangsung beberapa bulan ke depan.

Kondisi El Nino diperkirakan masih dapat bertahan hingga akhir Oktober atau November sebelum hujan alami kembali turun. Karena itu, pencegahan harus berjalan beriringan dengan operasi pemadaman.

Baca juga :   September, ISPA di Palembang Tembus 12 Ribu Kasus

“Kita butuh kedisiplinan untuk tidak membuka lahan, membuka kebun dengan cara membakar. Ini kami sampaikan kepada para petani, kepada masyarakat biasa, maupun korporasi,” tegasnya saat berada di Palembang, Selasa (15/9/2026).

Raja Juli juga memberikan peringatan khusus kepada perusahaan yang masih menggunakan pembakaran sebagai metode land clearing. Menurutnya, cara tersebut mungkin dianggap murah, tetapi memiliki risiko besar ketika api tidak terkendali dan meluas hingga berdampak kepada masyarakat.

“Korporasi yang masih nakal, yang masih menggunakan cara-cara lama, yang dianggap murah untuk melakukan land clearing, tapi memiliki risiko besar terhadap kesehatan masyarakat,” katanya. (THQ)

Hotspot Karhutla Menhut Raja Juli Antoni
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRp100 Miliar Lebih Digelontorkan untuk Karhutla Sumsel, Menhut Ingatkan Dana Harus Tepat Sasaran
Next Article Silaturahmi ke Rumah Kakak Sepupu, Motor Hidayat Malah Dibawa Kabur
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,874 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,745 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,720 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?