Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Siswa Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kepala Kampung Minta Program Dievaluasi
Regional

Siswa Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kepala Kampung Minta Program Dievaluasi

RiyadiBy Riyadi23/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Meninggalnya Reyhan Arisyah Putra (9), siswa SD Negeri 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, setelah tersedak biji kelengkeng dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG), mendorong evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.

Kepala Kampung Poncowarno Heri Eliyanto mengatakan, peristiwa tersebut tidak seharusnya berhenti dianggap sebagai musibah semata. Menurut dia, kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang.

“Ini benar semua takdir dari Allah, garis hidup anak yang enggak mungkin bisa dihindari, tapi besar harapan kami, jadikan ini pembenahan dan koreksi diri masing-masing. Jangan dianggap ini semata musibah terus berlalu, takut nanti kejadian lagi,” kata Heri.

Baca juga :   Senin 6 Januari 2025, Palembang Berpotensi Hujan Ringan Hari Ini

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Saat itu, siswa mendapatkan makanan dari program MBG. Reyhan kemudian dilaporkan mengalami tersedak ketika mengonsumsi buah kelengkeng yang menjadi bagian dari menu.

Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) wilayah setempat, Yogi Ganda, mengatakan pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut.

Baca juga :   Tak Bayar Pajak, Reklame di Jalan Lintas Sumatera Empat Lawang Ditertibkan

“Siswa posisi lagi belajar mengajar, terus pagi itu makan MBG. Tiba-tiba ada pihak guru yang melaporkan bahwasanya ada salah satu siswa tersedak,” ujar Yogi, Rabu (23/9/2026).

Reyhan kemudian dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban dirujuk ke RS Kartini Kalirejo.

Namun, nyawa Reyhan tidak berhasil diselamatkan.

Baca juga :   Pengamen di Baturaja Ditemukan Meninggal Dunia di Pasar Atas

Yogi mengatakan, hingga saat ini pihak SPPG belum menerima panduan khusus dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai jenis buah yang dilarang disajikan dalam menu MBG.

“Dari BGN belum ada pemberitahuan masalah buah yang dilarang. Ke depannya mungkin kita koordinasi dengan Korcam (Koordinator Kecamatan) dan koordinator wilayah untuk menghindari jenis makanan tersebut sementara waktu,” kata Yogi.

Setelah kejadian tersebut, pihak SPPG berencana berkoordinasi dengan koordinator kecamatan dan wilayah untuk menentukan jenis makanan atau buah yang sementara waktu perlu dihindari.

Baca juga :   Polisi dan Warga Gandus Bersinergi Jaga Kamtibmas

Meninggalnya Reyhan juga berdampak secara emosional terhadap para guru di SD Negeri 03 Poncowarno.

Heri mengatakan sejumlah guru merasa terpukul, tertekan, dan kehilangan setelah salah satu siswa mereka meninggal.

“Para dewan guru ini merasa tertekan, merasa disalahkan, dan bersedih luar biasa. Padahal kita tahu bersama, tugas utama seorang guru adalah mendidik dan memandaikan anak bangsa,” ujar Heri.

Baca juga :   Viral Wisatawan Dipalak di Kampung Ratenggaro Sumba, Kemenpar Turun Tangan

Menurut dia, para guru telah berupaya memberikan pertolongan ketika insiden terjadi. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Heri meminta masyarakat tidak terburu-buru menyalahkan pihak sekolah atas kejadian tersebut.

“Ini musibah. Ibu-ibu guru juga merasa sangat kehilangan. Mereka merawat dan mendidik anak-anak itu. Musibah ini bukan semata-mata kelalaian mereka, karena pengawasan terhadap puluhan anak aktif tentu memiliki batas,” katanya.

Baca juga :   Kasus Meninggal COVID-19 di Sumsel Bertambah 3 Orang di Januari 2024

Ia juga meminta dukungan moral diberikan kepada para guru agar mereka tetap dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar.

“Saya sampaikan kepada para guru, ‘Sudah, saya dampingi. Tugas Ibu-Ibu jelas mengajar’. Mari kita beri dukungan moral kepada mereka, jangan sampai semangat mereka patah dalam membina generasi penerus,” ujarnya.

Heri menilai kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG, khususnya dari sisi keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.

Baca juga :   Usai Puluhan Siswa Keracunan, Wakil Ketua DPRD PALI Desak Evaluasi Program MBG

Ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, SPPG, pemerintah daerah, hingga pihak terkait lainnya dalam memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak aman dikonsumsi.

Koordinasi dengan kader posyandu juga dinilai diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik.

“Intinya besar harapan kami adalah sinergi. Kami tetap mendukung program pemerintah asal itu dalam garis yang benar untuk masyarakat kita. Kita benahi bersama-sama ke depan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga marwah program Presiden,” pungkas Heri.

Baca juga :   H+3 Lebaran, Simpang Cinta Kasih Belimbing Muara Enim Dipadati Kendaraan Pribadi

Pemerintah Kampung Poncowarno bersama unsur Muspika Kalirejo juga disebut telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan pihak sekolah hingga proses pemakaman.

Kondisi sekolah kini mulai berangsur tenang. Namun, para guru masih menghadapi dampak emosional setelah kehilangan salah satu siswa mereka.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap pentingnya evaluasi pelaksanaan MBG, terutama dalam memastikan makanan yang disajikan kepada siswa aman dan sesuai dengan kondisi anak-anak yang menjadi penerima program.[YKP]

Meninggal Siswa SD Tesedak Kelengkeng MBG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePedagang Luar Serbu Gabah Sumsel, Harga Petani Melonjak di Atas HPP
Next Article Tak Harus Perubahan Besar, Kenyamanan Hadir Lewat Furnitur Tepat
Riyadi

Related Posts

Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20261 Views
Regional

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/20262 Views
Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,920 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,792 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,765 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?